PUNYAKUBAE

  • PUNYAKUBAE |
  • Tag
    • Travel Stories
    • Promotional
    • Entertainment
    • Food Experience
  • History
    • 2025
    • 2024
    • 2023
    • 2021
    • 2020
    • 2019
    • 2018
    • 2017
    • 2016
    • 2015
    • 2014
    • 2013
    • 2012
    • 2011
    • 2010
    • 2009
    • 2008
    • empty
      • empty1
      • empty2

Menginap di Apartemen Seoul Station Bersama Keluarga

view from room (9th floor)
Kali ini, aku liburan bareng satu keluarga lengkap! Berlima, gue, papa, mama, abang, dan kakak ipar. Karena liburan keluarga, dan semuanya gue yang ngatur, gue berusaha plan semua dengan dana yang ketat, biar keluarga gue ga jatuh miskin sepulang dari Korea. Salah satu pertimbangan dana yang bisa di-adjust adalah biaya tempat menginap. Selama ini gue kalo ke Korea seringnya nginep di Hostel atau Guesthouse. Tapi, kalo berlima gini, terpaksa pesen 2 kamar. Karena kalo ngelihat di internet dan pengalaman nginep di Korea selama ini, ukuran kamar sangat terbatas. Ga kebayang gimana kalo berlima numpuk di satu kamar bareng koper gede, belum lagi space buat sholat. Dan yang bikin gue bingung kemaren, hampir semua tempat penginapan di kawasan strategis (mostly myeongdong), harganya sedang tinggi. Melampaui budget yang direncanakan.
Kalo cari tempat nginep, gue selalu usahain tempatnya ga jauh dari stasiun subway atau bus stop (tidak lebih dari 300m). Awalnya ada pilihan semacam apartemen kecil (2 kamar tidur & 1 kamar mandi) di Myeongdong. Tapi aku kurang suka akses ke apartemennya. Pas lihat opsi daerah lain, ada yang menarik hati. Apartemen di dekat Seoul Station. Pertimbangan utama milih area sekitar Seoul station adalah untuk memudahkan naik kereta ke luar kota (tadinya ada rencana ke Busan dengan kereta subuh dan tiba di Seoul lagi saat tengah malam. Jadi ga susah cari transport lanjutan untuk balik ke tempat nginep). Selain itu, platform kereta bandara juga deket banget sama gedung apartemen ini. Benar-benar menguntungkan karena kakak gue pulang ke Indo naik flight pagi. Alhamdulillah bisa naik all-stop train ke-2 (hemat ga perlu bayar mahal naik airport bus) dan ga keburu-buru check-in juga. Shantaiy~.  Ditambah lagi, sebagai area TOD, ada banyak bus tujuan ke penjuru kota Seoul yang lewat Seoul station ini. Ada 2 line subway juga. (walo jalan agak banyakan dikit utk sampe ke platform.  Direkomendasikan jalan lewat atas aja).
Malam saat mau flight pergi, gue dm ig ownernya, bilang kalo gue mau numpang drop koper. Trus langsung dikasih info nomor ruang apartemen beserta kode kuncinya. Saat tiba di Seoul station, which is the last stop of train from airport, tidak susah dan ga pake nyasar untuk sampe apartemen. Dari jalan ke luar Seoul Station aja gedungnya udah kelihatan. Cuma memang, after some walk, gue sempet ragu dulu sebelah mana pintu masuknya, takut salah masuk apartemen. Tapi ternyata memang cuma satu itu kok pintu masuk untuk seluruh gedung apartemennya. Gue langsung naik lift ke lantai yang sudah diinstruksikan ownernya. Ternyata ruang yang diinfoin owner tuh semacam ruang kantor mereka. Gue sempet kaget krn banyak barang dan ada satu Yeoja di ruangan itu. Tapi dia langsung tau kalo aku mau nitip koper. Gue bilanglah kalo gue booking via internet untuk check-in hari ini, sambil lihatin print-an booking-an gue. Sang Yeoja bilang kalo gue boleh check-in jam 2 siang nanti. (Yah, kirain gue bisa early check-in langsung masuk kamar). Jadilah pagi itu gue lanjut jalan dulu trus jemput bonyok di bandara.
Situation near apartment building
Sekitar jam 2 siang, owner Kang Duplex dm gue kasih nomor kamar apartemen kami untuk 6 malam ke depan, beserta kode kunci dan info penting lainnya, seperti password pintu utama gedung (yang ternyata akan terkunci jam 10 malam untuk keamanan), cara ngatur suhu ruangan dan air, gas utk kompor, hingga tentang cara membuang sampah. Ya, menginap di appartemen ga bisa mandjah. Tapi asik jadinya. Udah kaya’ di rumah sendiri aja. Dan guepun bingung karena kalo family-members ku ada penasaran apa-apa, selalu nanyanya ke gue,“Bi, ini untuk apo?”, dikit-dikit “Bi, ini cakmano caronyo?”, “Bi, dak ado ‘ini’ ye?”, “Mano ‘ini’nyo, Bi?”. 
Tapi bisa dilihat kalo kita semua happy nginep di apartemen ini. 24 jam selalu bersama, bikin kita yang terpisah jarak karena kerjaan di Indonesia, jadi lebih dekat dan akrab. Terasa keluarganya, brings back memories kaya’ sedang lebaran, momen dimana kita bisa kumpul lengkap. Apartemen di lantai 9 dengan pemandangan kota Seoul bikin kita ngerasa jadi orang kaya. Haha.. karena kalo Hostel/Guesthouse di Seoul jarang ada yang punya view sebagus ini dengan biaya sewa yang terjangkau.
 

 
Apartemen ini kamarnya asik. Dan unik bagi orang yang ga biasa lihat tipe apartemen macam ini. Gue juga begitu waktu pertama lihat room-tour youtuber di balik laptop. Makanya pas gue lihat foto interior Kang Duplex, gue langsung tertarik untuk cobain pengalaman nginep di apartemen ginian. Jadi, ini semacam apartemen studio tapi ada area lotengnya. Pintu masuk  ke kamar pake kunci kode nomor yang dipencet-pencet itu. Aiiihh~ macam di drakor aja. hhaha... Begitu masuk, sebelah kiri adalah lemari, banyak pintunya, puas nyimpen barang. Di dalem lemari juga sudah ada payung, sandal jepit (bisa dipake buat ke kamar mandi atau buang sampah atau ke mini market di bawah), trus hanger juga banyak banget, ada taplak meja, seprei, vacuum cleaner (buat nyapu ala orang korea), setrika dan mejanya, hingga rak jemuran. Wow banget lah pokoknya. Berikutnya, sebelah kanan adalah kamar mandi. Untung klosetnya ada air cebok  walo dari belakang. Area shower dipisah pintu kaca. Bagi gue kamar mandi ini ukurannya pas. Ga kekecilan yang bikin kepentok-pentok kalo gerak. Sudah dikasih sabun, tissue toilet, dan handuk juga. Area berikutnya, mini kitchen. Ada kompor plus exhaustnya, sink untuk cuci piring beserta spons dan sabunnya, kotak sampah beserta plastiknya (btw, ada peraturan pemisahan sampah, tapi karena ga biasa gue ga sebegitu paham, yang penting udah usaha. Kkk..), mesin cuci, kulkas, panci, teflon, spatula, piring, gelas, sendok, garpu, pisau, sampe gunting. Lengkap. Ga Cuma itu, masih ada lagi microwave, toaster, dan kettle listrik di atas meja makan dengan 2 bangku panjang. Bikin emak gue betah banget nginep di sini. Maunya langsung pindah dan beli apartemen ini aja. Haha… (duit dari mana? XD). Lanjut di ruang utama, selain area dapur dan meja+kursi makan, ada satu sofabed, tv beserta mejanya, meja rias beserta cermin dan kursinya, dan tempat tidur double-bed di sisi jendela. Jadi bagian tengah ruang utama lumayan lapang dan leluasa dipake untuk sholat dan packing koper. Furniturenya asik, modern, ga jadul. Colokan (stop kontak) juga banyak, ga kekurangan. Trus di sisi kiri ruangan, diatas lemari-lemari tadi, ada tangga menuju area attic, semacam mezanin atau loteng. Di attict ini ada 1 bed besar dan 1 bed kecil. Tapi klo di mezanin ini ga bisa berdiri tegak karena tinggi ruang terbatas. Konon  di Korea, kalo tinggi ruangnya sampe150 cm, akan dihitung sebagai satu lantai utuh.  Kalo dihitung sebagai satu lantai utuh, pajaknya pun akan mahal. Makanya area mezanin ini cuma bisa diakses dengan membungkuk. But not big problem for me, karena cuma dipake buat tidur aja.
Harganya ga mahal kok, Cuma 5,35jt / 6 malam. Really worth the money untuk diinepin berlima dengan fasilitas yang ada untuk pelengkap kemudahan hidup kamu selama tinggal di Korea. Sedikit kekurangannya, ga ada rice cooker, ga ada air minum, dan bednya ga se-empuk kasur hotel. Hehe.. tapi untuk makan dan minum ga perlu khawatir karena ada sampe 3 minimarket di lantai dasar yang jualan nasi instant (1700 won 200g, tinggal microwave aja), air mineral botol gede (yang promo 3300 won 6 botol), dan susu bingare (1500 won, 2+1).
 
Keuntungan lain lokasi Kang duplex ini adalah dekat lotte mart (tapi gue belum sempet mampir masuk, padahal isinya rame kayanya, ada uniqlo dan zara juga). Selain itu, Seoullo yang jadi pemandangan bagus dari kamar dikala malam hari, cuma selemparan batu. Saking asiknya lokasi apartemen ini bonyok sampe belanja beras dan stroberi di namdaemun dengan cuma jalan kaki pagi-pagi lewat Seoullo waktu gue tinggal jemput kakak di bandara. Cacam.. sungguh mereka kaya’ sedang main di kostan gue di Bengkulu aja. Kkk.. Kakak ku pun ikut-ikutan bilang “udah kamu lanjut kuliah di sini aja, biar kami bisa nginep di sini kalo sedang jenguk kamu".  
image from agoda


View this post on Instagram

Apartemen tempat nginep waktu liburan di Seoul Korea kemaren. Namanya Kang Duplex. 5,3jt utk 6 malam, 2 double-bed & 1 single-bed. Fasilitas dalem kamarnya lengkap, bisa masak dan nyuci juga. Lokasinya di Seoul station. Deket banget sama lotte mart, dan punya view cantik ke Seoullo. Bokap nyokap pun sempet jalan kaki ke namdaemun buat beli beras. Aih, mereka macam sedang mampir ke kosan aja. Review lengkap, sudah di-update di blog. 😉 2nd photo: beautifull view from room 3rd photo : surrounding neighborhood 4th photo : you'll see why we need spacious room. #AkuDanKorea #KeKoreaAja #PenginapanKorea #SaveAjaDulu @ktoid

A post shared by Debby Seftyarizki (@bydebbydeb) on Apr 9, 2020 at 5:37am PDT




List info cerita lengkap seri Ke Korea Terus bisa lihat di sini
The Villainess
Dari awal pembukaan film, sudah terasa banget actionnya. Kaya' maen game tembak-tembakan di ps (maklum, anak jaman dulu). Yap, yang paling bikin aku suka dari film ini adalah cinematografi, angel kameranya. Bikin film ini thrill, dan menarik banget untuk ditonton. Adegan actionnya juga ga tanggung-tanggung, berantemnya seru banget (perlu pengawasan orang tua untuk ditonton anak kecil).
Film tentang perempuan yang menjadi agen rahasia karena masa lalunya yang kelam. Keinginan balas dendam membuat Sok Hee menjadi wanita dingin yang emotion-less. (Sukak pake bingits sama aktris yang memerankan karakter Sok Hee ini. Ga terlalu show-off sebagai cewe jago, tapi begitu action langsung bikin wow mata melotot). Sok hee yang dulunya memang sudah dilatih untuk jago berantem, begitu masuk kelas agen rahasia, makin terasahlah kemampuannya. Saat dia siap untuk menjalani kehidupan sebagai agen dengan identitas barunya, saat itu pulalah drama kehidupannya kembali dimulai. Bukan film korea kalo ga ada dramanya yang bikin hati gue tersayat-sayat. Hyun soo yang cakep, baek, dan tulus, bisa meluluhkan Sok hee yang dingin dari luar, tapi ternyata memiliki hati yang hangat dan jiwa yang rapuh. Padahal sebenernya, Hyunsoo adalah agen bodyguardnya sendiri.  (Ga mau spoiler lebih jauh, biar asik nontonnya)
 
Di awal cerita, mungkin agak bingung karena alurnya maju-mundur. Tapi di pertengahan, akan tau maksud cerita. Dan, diakhir cerita terjawablah semua dengan segala plot-twistnya yang sempat bikin kita bertanya-tanya siapa sesungguhnya yang harus dipercayai oleh Sok hee?
Tontonan wajib untuk mengisi waktu luang kalian dengan acting pemeran utama, adegan action thriller, camera work, dan jalan ceritanyanya yang bisa bikin kalian baper.
  



View this post on Instagram

TGIF~ Rekomendasi film Korea genre action thriller untuk menemani weekend kalian. The Villainess Agen rahasia perempuan dengan kemampuan yang ga main-main, berusaha menjalani kehidupan normal di balik tugas-tugas yang ia dapat. Paling suka sama camera work-nya. Alur cerita juga bagus. Karakter tokoh utama terfavorit. Dan ga ketinggalan, drama yang menyayat hati. Dijamin gengs, seru banget untuk ditonton! Rekomendasi film thriller lain, boleh di cek di blog (*link di bio seperti biasa). #sahabatkorea @koremb.idn @sahabatkorea_ #koreanmovie #kmovie #thevillainess #악녀 #영화 #actionthriller
A post shared by Debby Seftyarizki (@bydebbydeb) on Mar 13, 2020 at 4:28am PDT



A Day
Pernah ga kamu mimpi di dalam mimpi, jadi kaya' mimpi berlapis gitu? Inilah yang dialami oleh pemeran utama di film ini. Seorang ayah yang berusaha mati-matian menyelamatkan nyawa anaknya setelah dia terbangun dari mimpi buruk yang nyata. Ga cuma sekali, tapi mimpinya berkali-kali. Kok bisa?
Tokoh utama adalah seorang ayah sukses yang sangat menyayangi anaknya. Suatu hari sepulang dari perjalanan bisnis, sang ayah tersebut terbangun dari tidur saat di pesawat. Saat menuju rumahnya, terjadi kecelakaan lalu lintas. Dan kemudian dia terbangun dari mimpi. Ya, kejadian tadi adalah mimpi. Diapun kembali menuju rumah dari bandara. Dan terjadi kecelakaan lalu lintas seperti yang dimimpikannya di pesawat. Saat ia melihat korban, betapa terkejutnya ia karena anaknya  tergetak tak berdaya di tengah jalan. Saat ia berteriak karena kesedihannya, ia pun terbangun lagi dari mimpinya, dan di atas pesawat lagi. Kejadian yang sama. Ia pun merasa janggal dengan apa yang dimimpikannya, dan mimpinya terasa semakin nyata. Sang ayah berusaha keras untuk menyelamatkan nyawa anaknya agar ia terbebas dari mimpi buruk yang terus berluang ini. Sempat suatu waktu ia berhasil menyelamatkan anaknya dari kecelakaan lalulintas di tempat yang sama seperti dalam mimpinya, namun ternyata ia menyadari bahwa kecelekaan itu sebenarnya adalah upaya pembunuhan anaknya. Tokoh utama tidak sendirian berusaha keluar dari mimpi buruk itu, ada seorang petugas medis, ternyata juga mengalami kejadian yang sama, selalu terbangun dari mimpi buruk di hari dan jam yang sama. Mereka akhirnya menyadari satu sama lain dan berusaha menyusun strategi untuk bekerja sama menghalangi penjahat tersebut dari keinginannya membunuh dua orang tersayang mereka. Ternyata, bukan cuma mereka berdua saja yang selalu terbangun dari mimpi buruk ini, sang pembunuhpun mengalami hal yang sama. Selalu terbangun di saat ia berhasil membunuh target balas dendamnya. Ya, ada kisah masa lalu diantara ketiga tokoh ini, yang merupakan pesan cerita film tersebut.
Menarik untuk ditonton karena alur cerita dengan adegan yang selalu berulang-ulang, tapi tidaklah sama.
  


Forgotten
Awalnya bercerita tentang keharmonisan satu keluarga. Tapi tetap dengan beberapa sedikit keanehan yang dirasakan tokoh utama. Kirain sih ini bakalan jadi film horror, tapi hantunya ga kelihatan, dan filmnya makin ke arah thriller. Keanehan demi keanehan yang dirasakan tokoh utama ditepis anggota keluarganya, meyakinkan dia bahwa semua hanya bentuk halusinasi dari penyakitnya. Gue yang nonton pun makin bingung, gimana nih ceritanya. Tapi tetep lanjut nontonnya, Kang Haneul cakep sih. Wkwk..
Puncak kerguan Jinseok terjadi saat ia menyaksikan keanehan kakaknya, lalu ibunya, hingga ia berusaha lapor polisi. Ternyata sodara-sodara, ia baru menyadari bahwa ia selama ini dijebak pikirannya (hipnotis) saat kejadian besar terjadi dalam hidupnya, 20 tahun lalu, kisah tragis yang menyedihkan. Apa yang terjadi 20 thn lalu? Bagaimana kelanjutan hidup Jinseok?
Bagusnya film ini tuh, kita dibikin bingung diawal, tegang di tengah, dan cerita masa lalu terungkap, lalu rasa iba menghampiri. Benar-benar  mengaduk emosi. Aktingnya Kang Haneul jg bagus.

Image edited from Korea.net and Minienmonde
Musim semi memang identik dengan cherry-blossoms.  Tapi, tau ga sih kalian kalo ada bunga lain yang ga kalah cantik dari cherry-blossoms untuk dinikmati saat musim semi. Apalagi kalo kalian ke Korea ga pas cherry-blossoms-nya mekar (yang cuma sekitar 10 hari) karena tiket pesawat serta kurs won lagi mahal-mahalnya. Tiga bunga berikut ini bisa jadi alternatif background foto cantik kalian. Mau tau bunga apa aja?



  • Plum/Apricot Blossoms (Maehwa)

  • Bunga ini termasuk bunga yang mekar di awal musim semi, sekitar pertengahan-akhir Maret, penanda bahwa bunga yang lain juga akan ikut bermekaran. Jadi gapapa juga kalo kamu dapet tiket promo yang lebih awal, tinggal ke Gwangyang – Jeollanamdo (dekat Jeonju) aja untuk foto-foto cantik di jalanan Desa Seomjin. Atau kamu juga bisa ke Yangsan – Gyeongsangnamdo untuk mengikuti festival berupa pertunjukan hingga makanan dengan latar bunga apricot yang bermekaran. Ga perlu bayar juga untuk mengunjungi dua tempat ini karena gratis.
    Sumber : https://www.visitkorea.or.id/
    Cek info lengkap tentang Maehwa di web KTO ini.


  • Peach Blossoms

  • Bunga ini bisa dinikmati di pertengahan-akhir april. Jadi jangan sedih kalo cherry-blossoms sudah rontok duluan, karena kamu masih punya kesempatan untuk foto dengan bunga yang masih satu rumpun ini. Kunjungi Bucheon Chungdeok Mountain untuk menikmat bunga berwarna pink ini. Karena peach blossom ga sebegitu popular, kamupun bisa berfoto dengan lebih leluasa.
    Sumber : Minienmonde
    Cek info lengkap tentang Peach Blossom in Bucheon di web ini.


  • Magnolia

  • Keindahan bunga magnolia putih biasanya dinikmati berdampingan dengan cherry-blossoms. Yap, magnolia mekar bersamaan dengan cherry-blossoms, yaitu pada akhir maret hingga awal april. Bunga ini bisa dinikmati di Danau Daecheonghosu, Daejon. Atau di kampus-kampus cantik di Seoul seperti Yonsei University dan Ehwa womans University.
    Sumber : http://captainharok.tistory.com/
    Cek info lengkap tentang Magnolia di web ini.

    Selain tiga bunga di atas, masih banyak bunga lain yang dapat kalian nikmati selama liburan di Korea saat musim semi, seperti Azalea, Canola, Tulip, Daisy, dsb. Lebih lengkapnya, silahkan ubek situs KTO ini.  Selamat menikmati musim semi Korea dengan bunga-bunga indah. :)

    Berwisata ke Korea saat Covid-19
    Upaya Pemerintah Korea Menangani Penyebaran Virus Corona

    Tiket pesawat gue udah di-issued jauh hari sebelum berita virus corona ada.
    2 minggu sebelum berangkat, barulah terdengar isu corona tersebut. Temen sempet nanya, "gimana tuh mba?", tapi karena saat itu berita baru keluar dan fokus berita masih di Tiongkok, gue ga terlalu khawatir. Bahkan kakak gue yang ikut bareng di trip ini, gue sugesti dengan pikiran positif.
    1 minggu sebelum berangkat, berita corona semakin hits. Korea pun telah terdeteksi memiliki beberapa pasien yang terinfeksi virus corona. Jadilah gue tiap malem mantau berita tentang penyebaran virus corona di Korea. Beberapa website yang gue pantau:
    • Situs WHO untuk melihat status perkembangan penyebaran virus corona, beserta jumlah orang yang terinfeksi.
    • Berita Arirang News untuk mendapatkan gambaran kondisi Korea saat penyebaran virus corona.
    • Dan peta lokasi tempat yang pernah dikunjungi orang yang terinfeksi, untuk meningkatkan kewaspadaan atau bahkan menghindari daerah tersebut. (angka adalah nomor pasien, warna hijau lokasi yang dikunjungi lebih dari 9 hari, warna kuning lokasi yang dikunjungi lebih dari 24 jam dan kurang dari 9 hari, warna merah baru saja dikunjungi kurang dari 24 jam).
    Sebelum berangkat, berita terakhir yang gue dapet sudah 20an orang terinfeksi. Pola penyebarannya, ada turis Cina, ada orang Korea yang baru balik dari Wuhan, ada juga orang korea yang baru balik dari negara yang juga terjangkit corona, dan orang yang tidak melakukan perjalanan namun melakukan kontak dengan orang yang terjangkit seperti temannya dan keluarganya.


    Beberapa barang yang gue persiapkan untuk dibawa antara lain masker N95 untuk dipake di bandara, masker bedah untuk dipake sehari-hari (tiap hari ganti), hand sanitizer yang ada kandungan alcoholnya, serta tissue basah yang juga ada disinfectannya. Tambahan, gue bawa sari lemon untuk diminum tiap hari sebagai suplemen peningkat daya tahan tubuh.

    Saat tiba di Korea, gue lihat sudah banyak orang yang pake masker, terutama petugas pelayanan publik. Ada juga sih yang ga pake masker. Tapi everything looks normal-normal aja. Hal lain yang aku notice selama liburan kemarin:
    • Poster himbauan tentang health awareness tertempel dimana-mana, seperti papan informasi bus dan pagar tempat wisata. Himbauan ini sudah akrab buat gue karena sering juga gue lihat di web-web pariwisata korea.
    Sumber : koreatimes.co.kr
    • "Sinchong Corona Virus...", kata-kata yang sering banget gue denger di pengumuman bus dan kereta sampe gue hapal. Sebagai upaya pemerintah untuk mengingatkan warganya agar selalu waspada Corona.
    Poster himbauan terkait Corona di Naksan Park
    • Handsanitizer ada dimana-mana. Dalam bus, halte bus, information center, hingga cafe. Jadi, jangan lupa untuk selalu dimanfaatkan yang gratisan.
    Handsanitizer di dalam bus.
    Bahkan kata kaka gue yang mengamati orang-orang kebanyakan
    mencet bel pake t-money atau hp, ga pake jari langsung.
    • Aktivitas pariwisata Korea dibatasi selama wabah Corona. Contohnya, outdoor ice skating di nodeul island ditutup sejak februari. Padahal gue udah bela-belain datang ke sono. Selain itu, salah satu area di DDP juga tutup. Tujuannya sih, supaya orang ga banyak berkumpul yang meningkatkan resiko penularan virus. Jadinya beberapa tempat wisata sepi. Begitu juga K-style hub di cheonggyecheon, VR Tourism tidak bisa digunakan untuk menghindari kemungkinan penyebaran virus. Kabar terbaru yang gue denger, fasilitas guide di istana juga ditiadakan. Jadi buat temen-temen yang mau liburan ke Korea, silahkan email ktojakarta@knto.or.kr untuk nanyain tempat apa aja yang tutup dan tempat mana saja yang pelayanannya dibatasi.
    Ice-skating nodeul island ditutup
    • Di beberapa tempat umum yang biasa diakses wisata juga terpasang kamera termal untuk memantau suhu badan. Oh ya, satu hal yang baru saya temui adalah, ssat mau check-in pesawat di bandara, petugas counter check-in sampe nanyain "apakah ada masker di dalam koper?", like what? Agak bingung diawal, tapi langsung nyambung dan gue jawab "(ofcourse) no".

    Terlihat bahwa upaya pemerintah Korea sangat sigap menanggapi wabah covid-19 tersebut. Bahkan beberapa tempat yang pernah dikunjungi oleh orang yang positif corona, ditutup untuk disterilkan.

    Namun saat gue tulis blog ini, penyebaran covid-19 di Korea semakin tinggi. Padahal pas gue liburan kemaren beritanya belum ada lagi yang terinfeksi dan sudah ada yang pulih. (makanya gue balik Indo dengan tenang). Semoga wabah covid-19 di Korea dapat segera pulih dan teratasi dengan  baik. Stay safe everyone.

    Beberapa update himbauan pariwisata terkait covid-19 di Korea, bisa dicek di web KTOid ini(himbauan corona), ini(karantina penyakit) dan ini(festival dan tempat wisata.
    Alhamdulillah gue masih dikasih rezeki sama Allah untuk 'Ke Korea Terus' melalui Korea Tourism Organization Indonesia, tiket pesawat CGK-ICN (pp) gratis!. Seneng dong... meskipun gue cuma gantiin pemenang sebenarnya yang ga bisa berangkat. Hihi... 
    Karena ini perjalanan gue ke Korea untuk yang ke-5 kalinya, gue mau mengunjungi beberapa tempat wishlist yang belum sempet dikunjungi.
    Untungnya gue ga pergi sendirian, jadi bisa minta difotoin yang banyak, sama satu keluarga, berlima. Family trip. uhuuiy... kaya' liburan artis yang di tipi-tipi. Keluarga gue tau klo gue maunya yg gratisan aja karena udah keseringan ke Korea, makanya mereka juga ikut memanfaatkan kesempatan ini (di-guide gratis sama gue. heheh..)

    Sayangnya, mendekati hari keberangkatan, virus corona muncul. Sempet ragu, sampe penerbangan kakak gue terpaksa gue alihkan ke LCC untuk mewaspadai dan menghindari kemungkinan terburuk. Itinerary pun seringkali gue obrak-abrik untuk menyesuaikan cuaca, jadwal tertentu, hingga waktu kedatangan kita yang beda-beda semua. Niat ke Busan juga dibatalkan dengan pertimbangan penghematan dana dan tenaga. Gue khawatir kalo terlalu dipaksa bakal kecapekan nanti mudah sakit. Btw karena Corona juga, rencana dance gratis di 1 million dance dibatalkan (diganti souvenir yang diambil sendiri di dongdaemun dan kakak gue jg dapet bingkisan. asik). Cerita gue tentang Liburan saat Covid-19 kemaren bisa baca di sini.   

    Gue adalah member pertama yang tiba di Seoul, setelah naik Asiana Airlines yang selama di pesawat gue sudah request meals on board yang muslim friendly. 9 feb pagi hari, suhu -2 derajat celcius, gue jalan ke arah all-stop train. Dingin, tp kalo ga lama-lama, jaket gue bisa tahan sih. Ketiga kalinya musim dingin di Korea, badan udah kenal sama dinginnya. Manalagi kalo lihat weather forecast, seminggu kedepan suhu akan hangat (tapi jadinya ga dapet snow-fall, malahan hujan).

    Pemberhentian akhir gue Seoul Station. Nginepnya di daerah ini. (cerita tempat penginapan baca di sini). Tadinya gue kira bisa early check-in, ternyata cuma dibolehin drop koper aja. Jadinya gue numpang ke kamar mandi untuk nge-lapis longjohn  (tau gitu udah gue lapis dari bandara). Di awal penjelajahan solo ini, gue memulai dengan Seoullo yang deket banget sama apartemen tempat nginep. Trus lanjut naik bus ke Leeum Samsung Museum dekat Itaewon. Entah apa karena Corona, pagi itu gue ga ketemu banyak orang selama perjalanan. Tapi siang di Hongdae untuk makan Halal Guys, lumayan rame (tapi halal guys sepi banget. apa mungkin udah lewat jam makan siang kali ya). Gue buru-buru makan karena mau jemput bonyok yang tiba sore ini. Setelah jemput bonyok dari bandara, dan check-in kamar apartemen, kita lanjut jalan ke Myeongdong untuk cek toko dan barang jastip (cerita tempat belanja akan diupload di seri postingan berikutnya). Tadinya mau sekalian makan malem, tp krn kemaleman, resto udah mau tutup. Jadinya makan migelas aja di apartemen. hikss.
    Besok paginya gue balik lagi ke bandara buat jemput kakak. Mana doi pake ketahan imigrasi karena paspornya pernah kena bocoran hujan di rumah (*tepok jidat). Gue sempet cemas sampe menghubungi ig KBRI korea coba. (respon mereka cepet guys, dan baek lagi). Untungnya kakak gue ga kenapa-kenapa.
    Hari ke-2 ini, jadwalnya ke Korea University. Trus sorenya gue putuskan untuk ke tempat wishlist, Naksan Park. Malemnya lanjut Dongdaemun (area tangga yang cantik itu, ditutup krn corona. Bunga mawar bercahaya juga udah ga ada lagi di ddp).
    Hari ke-3 ke Yongpyeong Ski resort. Sayangnya ga sempet ke Daegwallyeong karena gue ga paham transportasinya.
    Hari ke-4, hujan-hujanan ke Deoksugung, makan di Maji, jalan di Ikseondong (cerita ini akan diupload di seri postingan berikutnya), numpang sholat di K-style hub cheonggyecheon, lanjut jalan ke Myeongdong buat nyicil belanja jastip.
    Hari ke-5, dengan iringan cuaca berawan di siang hari, jalan ke Eunpyeong, makan dan sholat di Myeongdong, lanjut ke Namsan malemnya.
    Hari ke-6, cuaca cerah dan hangat, tapi gagal main ice skating di Nodeul Island, sholat jumat dan makan siang halal di Itaewon, ditutup dengan belanja kaya' orang ngamuk di Myeongdong (tips belanja bisa baca di postingan tahun lalu). Fix, gue sudah hapal daerah myeongdong macam daerah kekuasaan gue aja. Haha..
    Hari terakhir, sebelum subuh sudah check-out jalan ke Seoul station karena kakak gue flight pulangnya pagi. Lama bok eike nunggu boarding, sampe tidur dan kelaperan, hingga ketemu artis KPOP. woooouw....

    Nantikan cerita lebih detail tentang liburan gue kali ini di seri Ke Korea Terus yaaa~

    Hi Semua… di awal 2020 ini, gue mau bagi sedikit review suka-suka tentang film-film Korea dan Jepang yang gue tonton di 2019. As you know,  gue sukanya nonton tipe movie yang 2 jam abis, ga berepisode-episode panjang. Dan film-film yang akan gue review ini bukanlah film yang semuanya keluar di tahun 2019. Emang gue bukan tipe orang yang update dengan film-film terbaru sih. Yuk disimak 12 film favorit gue (urutan tidak mencerminkan tingkat kesukaan gue terhadap film tsb):

    Door Lock
    Finally, one of good movie I watched at that time. Ceritanya seru!. Menegangkan. Bukan cuma aktingnya aja, tapi jalan cerita, kamera, backsound, pokoknya baguslah. Worth to watch. Paling cocok banget ditonton malem-malem. Walaupun filmnya agak sepi, tapi ga bikin ngantuk. Mata melek terus. Geregetan ada. Malah akhirnya bikin gue jadi parno. Hahah… Jadi ceritanya tentang penguntit yang numpang nginep di rumah seorang cewe tanpa permisi. Si cewenya sih ga tau kalo ada yang numpang nginep tanpa diundang. Serem kan.. Sampe akhirnya si cewe tau kalo ada yang ga beres sama kunci pintunya. Kunci pintunya yang pake tombol-tombol password itu loh. Yang biasa banget dijumpai di Korea (ga kaya’ indo yang biasa pake gembok.wkwk..). Tapi ternyata, walau udah canggih, tetep aja ada yang jebolin, yang niat banget buat nerobos masuk aka psycho. Dan si cewe di film ini berusaha mencari tau siapa penguntit psycho ini, yang bahkan sampe membunuh tamu di rumahnya. Padahal gue sempet mikir untuk pake kunci ginian kalo punya rumah sendiri nanti, mana lagi ada promo  buy one get one free. Hahah.. tapi jadi ragu setelah nonton ini. Mungkin hikmah lainnya adalah gue beruntung tinggal di tempat rame yang bisa saling lihatan sama tetangga, walau kadang ngerasa keganggu sama tetangga yang berisik yaolo. Satu lagi hikmah lain, banyaknya barang di bawah kasur gue, cukup aman. Hehe..

    One Million Yen Girl
    Be honest, it’s quiet strange movie, but I fall for it. Mungkin itu kesan gue waktu nonton film ini. Salah satu cerita out of the box semacam puisi. Walopun kebanyakan film kaya' gini bikin gue kena zonk karena berujung ga paham sama film-film jepang, but not for this movie. Ceritanya tentang si cewe yang mati-matian kerja supaya bisa ngumpulin duit dan hidup sendiri. Mulai dari penjaga pantai, berkebun di gunung (gue sempet nebak jangan-jangan berikutnya dia ngurus ternak, eh tapi ternyata bukan. Hehe..), hingga akhirnya dia kerja di kota kecil. Ga tau sih ya tujuan maksud film ini apa. Tapi ya kaya’ karya seni, lo ga perlu tau maknanya apa, just enjoy while you see it. Terserah orang mau menginterpretasikannya gimana. Emang sih filmnya agak sepi. Tapi entah kenapa gue keep on going aja nontonnya. Feels like need season 2, agak gantung endingnya. But somehow, I can understand this movie.

    The Odd Family Zombie on Sale
    Nggak selamanya film zombie itu selalu horror dan menegangkan karena ga semua zombie itu menyeramkan dan menakutkan. Itulah yang terjadi di film ini. Walaupun temanya zombie, tapi ini termasuk film humor. Gimana ngga, zombie cakep si tokoh utama hobinya makan kol pake saos tomat. Awalnya sih, aman-aman aja. Tapi saat sang kakek dari keluarga yang melihara zombie cakep, kegigit sama si zombie, sang kakek jadi awet muda.  Isu ini pun tersebar di seluruh desa, dan zombie dijadikan modal dagang oleh keluarga yang pelihara dia. Hingga akhirnya warga desa yang terkena virus zombie mulai berubah jadi aneh dan mereka menuntut kepada keluarga tersebut. So, menegangkannya ada juga sih di film ini. Tapi overall, asik buat ditonton.

    Another Child
    Tema yang anti mainstream. Bikin seru untuk ditonton. Walaupun sepi, tapi ga bikin ngantuk dan bosen. Jalan ceritanya bagus, walau termasuk kategori film sedih. So realistic plot story. Bokapnya selingkuh sama nyokap temen satu sekolah, sampe hamil. Gimana bingungnya dua remaja menghadapi ini, dan para nyokap yang tetap tabah. Sialan banget bokapnya, bikin gue emosi. Tapi kalo gue dihadapkan ke realita serupa yang di film ini, bingung juga sih harus gimana.

    The Spy Gone North
    Ini film seru!. Dan ternyata berasal dari kisah nyata. Black venus, mata-mata terhebat Korea Selatan yang  berhasil menyusup ke dalam lingkungan orang penting Korea Utara. Bener-bener deh ya kerja jadi mata-mata itu ga maen-maen, harus totalitas, dan siap berkorban waktu, usia, hingga nyawa. Harus jenius supaya otak cepet mikir saat darurat. Seru untuk ditonton.

    Intimate Stranger
    White lies. Agak bingung sih nanggepin tentang white lies, tapi katanya kan ga semua hal harus lo ungkapkan. Tidak mengungkapkan hal yang berdampak buruk untuk orang lain tuh gapapa. Cerita tentang reuni teman masa kecil, yang kemudian menjadi sebuah bencana karena mereka satu-persatu diserang oleh sebuah kebenaran, hingga hancur. Pesan yang didapat dari film ini, hidup tuh emang gitu ya, kita harus bisa mengontrol dan mengolah emosi dan jiwa kita agar tidak merugikan orang lain yang nantinya berdampak negatif ke diri sendiri. Hidup itu juga yang lurus-lurus aja, jangan coba-coba nyeleneh.

    Bread, bus, and the second first love
    Walau agak bingung, but it’s a beautiful movie after all, I think. Cerita tentang cewe yang kayanya sedang galau sama hidup, trus ketemu lagi sama mantan. Mirip kaya’aku yang kadang nanya ‘what is love, actually?’, or ‘did I truly love him?’, or ‘how if I can’t love him anymore with no reason?’ atau sebaliknya. Although in the end I realize that ‘cinta/sayang akan tumbuh dengan sendirinya saat kita sudah terbiasa bersama dan saling mengusahakan yang terbaik untuk satu sama lain’. Setdah, sok puitis padahal kagak paham jugak.

    Young Ju
    Bisa dibilang cerita sedih. Cewe remaja yang niatnya mau balas dendam, batal karena orang yang bikin dia dendam ternyata baik sama dia. Tentunya orang itu ga tau kalo cewe remaja ini dendam. Saat mereka tau, mereka coba menahan amarahnya. Sebenernya mereka sih saling dendam satu sama lain dari kisah lalu perjalanan hidup mereka masing-masing. Saat si cewe remaja tau dan menyadari bahwa orang tersebut juga dendam sama dia dan jadi ga ikhlas atas semua yang sudah mereka lakukan, si cewe remaja ini akhirnya jadi menjalankan niat balas dendamnya. Agak bingung sih gue nanggepin tokoh utamanya gimana. Sedih ada, tapi salah juga iya.

    Perfect World

    Film yang bikin aku bahagia karena bagus. Sebenernya kalo dari tema sih standar ya. Romance, first love, sedih, alur ceritanya juga bisa ketebak aka mainstream. Tapi film ini bisa tersampaikan dengan baik. Mungkin aktingnya bagus. Let’s say, cowonya cakep. Ga cakep-cakep kebangetan sih, tapi karakternya bagus. Dapet. Idaman. Hahak… Cewenya juga sebenernya ga cantik-cantik banget, tapi cantiknya natural, terpancar dari karakternya. Mungkin idaman juga bagi para pria. Halah… But, it’s a beautiful movie no matter how. Cewe yang ketemu kating yang sempet dia taksir waktu sma. Tapi si kating udah berubah yang menguji 'did she really love him?'.

    Fengshui
     Kebetulan gue pernah belajar aspek geografis yang mempengaruhi arsitektur tradisional, film ini jadi seru buat gue tonton. Konon, beberapa plot berasal dari kisah nyata zaman kerajaan Korea. Haus dan menjadi gila akan kekuasaan bikin sesuatu ga akan bertahan lama. Tema fengshui diambil sebagai alasan jatuhnya kerajaan Korea. kok bisa? Pasti penasaran kan…

    The World of Us

    Cerita anti mainstream yang bagus banget. Dua anak perempuan yang berteman, dan menjadi korban bully di sekolah. Karakter akting tokoh utamanya bagus, walau dia masih kecil. Satu scene yang bikin gue ngena di hati, waktu si adeknya bilang, ‘kalo aku bales dia yang pukul aku, trus nanti dia tetep mukul aku, kapan kita mainnya. Kan aku maunya main sama dia’. Pernyataan yang polos, tapi hal yang benar, ngajarin untuk gapapa ga balas dendam karena kita pengennya damai sentosa.

    Wonderful Nightmare

    Tipe cerita mainstream untuk film korea, tp pelajaran hidup yang didapat tokoh utama bisa dijadikan alarm untuk diri kita juga. Cewe’ kaya dengan karir bagus, tapi sifatnya agak tinggi, berpindah jiwa jadi ibu rumah tangga yang biasa aja. Ngurusin rumah dan keluarga. Awalnya dia kesel dan ga tau harus gimana, tapi hubungan kekeluargaan jadi melekat pada jiwa dia, hingga akhirnya dia menyadari bahwa dia harus menjalani hidup yang baik dan benar tanpa menzolimi orang lain.

    Sekian review suka-suka yang mungkin bikin kalian ga jadi nonton karena gue ga bagus nulis reviewnya. Haha.. maafkeun. Tapi gue jamin rocemmended untuk ditonton kok film yang udah gue list ini. Okay.
    Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

    About Me

    Travel, Architecture, Korea, Guitar
    Hit me a message on

    db.guitar.arch@gmail.com

    Contact me

    Nama

    Email *

    Pesan *

    POPULAR POSTS

    • CNBLUE t-shirt
    • Voice of Murder - Korean movie
    • Liburan Kulur-Kilir
    • Suncheon Bay National Garden
    • You're Beautiful - Korean Drama

    Label

    korea jalan-jalan liburan entertainment arsitektur AkuDanKorea KeKoreaAja Badminton Music Makan chord guitar Film Jepang Temen other Taiwan sahabat korea promotion Malaysia Singapore HongKong Lombok palembang game Bali
    Diberdayakan oleh Blogger
    Punyakubae

    Total Tayangan Halaman

    Translate

    Follow

    Designed by OddThemes | Distributed by Blogspot