PUNYAKUBAE

  • PUNYAKUBAE |
  • Tag
    • Travel Stories
    • Promotional
    • Entertainment
    • Food Experience
  • History
    • 2025
    • 2024
    • 2023
    • 2021
    • 2020
    • 2019
    • 2018
    • 2017
    • 2016
    • 2015
    • 2014
    • 2013
    • 2012
    • 2011
    • 2010
    • 2009
    • 2008
    • empty
      • empty1
      • empty2
Jalan-jalan di Seoul dengan Bus umum

Gue pernah post di IG story kalo liburan kemaren gue lebih seneng naik bus buat jalan-jalan selama di Seoul. Dulu sih, bener-bener memanfaatkan subway untuk keliling Seoul, karena bagi gue rutenya lebih mudah dibaca. Dan juga, beberapa tempat wisata umum itu pasti ada acuan exit subway stationnya.  Tapi sekarang (dan mungkin ke depannya) gue lebih prefer bus untuk transportasi berpindah tempat selama di Seoul.  Ini beberapa alasan gue kenapa naik bus lebih enak dari naik subway:
  • Pemberhentian bus itu jumlahnya lebih banyak dari subway station. Dengan demikian bisa berasumsi bahwa kita bisa lebih bebas pilih mau naik-turun dimana sesuka hati tanpa perlu jalan jauh seperti kalo kita naik subway yang kadang pintu exit stasiunnya itu jauh dari platform (terutama stasiun transit).
  • Percaya sama gue, kalo kalian liburan di Korea dengan transportasi umum, kaki bakalan capek banget pegal-pegal karena banyak jalan kesana-kemari. Dengan naik bus, lo bisa hemat tenaga karena ga perlu naik-turun tangga tinggi kaya’ kalo dari/mau ke stasiun subway. Jujur, kadang gue kaya’ mau nangis karena kaki gue rasa mau dipotelin aja saking capeknya.
  • Klo musim dingin, nunggu kereta di stasiun subway itu terasa dingiiiiinnnn… Entah kenapa, gue ngerasa naik bus itu lebih hangat. Emang sih, halte bus itu terbuka, pasti kedinginan juga kalo nunggu di luar. Tapi klo mau turun ke platform subway, lo pasti udah bisa merasakan hawa-hawa dingin di bawah sana. Mungkin karena letaknya di bawah tanah. Sementara kalo nunggu bus di atas, di pingir jalan, kan ada kehangatan dari kendaraan-kendaraan yang lewat (anggap aja prinsip urban heat island).
  • Bisa lihat pemandangan di luar. Syukur-syukur bisa hapal jalan. Atau bisa sambil intip-intip lihat-lihat referensi tempat wisata yang ga masuk itinerary kita. Karena kalo subway lebih sering di dalem terowongan gelap.
 
Nah, kalo kalian mau mencoba untuk naik bus di Seoul, berikut beberapa tips dan cara naik bus di Seoul ala gue:
  • Mencari rute dan nomor bus
Satu kekhawatrian gue untuk naik bus adalah rutenya yang banyak. Sama lah kaya’ di Jakarta, lebih susah kan kalo harus hapal semua rute kopaja dan angkot, daripada bacain peta jalur busway. Iya, dulu juga gue masih belum ngerti gimana cara cari rute bus di seoul. Tapi ada yang kasih saran ke gue buat donlot Naver Map. Ini ada versi inggrisnya, jadi jangan khawatir. Tapi kamu harus punya koneksi internet agar bisa menjalankan aplikasi ini. Jadi, ada baiknya sebelum berangkat ke Korea, kalian punya paket data, atau sewa modem wifi gitu.
Di Naver Map ini, setelah masukin tempat berangkat dan tempat tujuan, akan keluar beberapa alternatif rute yang bisa kalian pilih, beserta alternatif nomor bus yang bisa kalian naiki (kalo ada beberapa bus yang bisa ke pemberhentian yang sama), serta informasi transfer/ganti moda transportasi. Ada juga informasi berapa lama perkiraan waktu tempuhnya, mulai dari jalan kaki dari/ke tempat bus stop, dan lama perjalanan setiap bus yang harus dinaiki. Jauh-dekatnya ini bisa juga kalian lihat di peta. GPS yang aktif memudahkan kalian untuk memantau sejauh apa lagi perjalanan yang harus kalian lalui sebelum turun dari bus. Jadi bisa kira-kira, berapa lama kita akan duduk di dalam bus tersebut. Ada juga informasi berapa bus stop yang harus kalian lewati beserta nama-nama haltenya. Selain itu, ada juga informasi harga/ongkos yang harus kalian bayar. Lengkap lah pokoknya! Ga khawatir nyasar, selama internet tetap aktif.
 
  • Menunggu bus
Setelah tiba di halte / bus stop, kalian bisa memastikan apakah kalian berada di bus stop yang tepat dengan melihat papan infromasi nomor bus yang dilalui oleh bus stop ini. Selain itu, informasi juga ditunjukkan dengan warna rute nomor bus yang sesuai dengan warna bus tersebut. Sayangnya selain angka, infromasi yang terdapat di bus stop ini hampir semuanya bertuliskan Hangeul. Oleh karena itu, naek bus sedikit challenging buat temen-temen yang ga biasa sama Bahasa korea. Tapi kalo kalian bisa baca hangeul, kalian bisa pasti’in  sekali lagi bahwa bus stop yang kalian tuju tertera di peta rute yang terdapat di papan informasi halte/bus stop tersebut. Canggihnya halte di korea, ada papan informasi digital yang menunjukkan berapa lama lagi bus dengan nomor sekian akan tiba di halte ini. Jadi, sambil nunggu kalian bisa sambil main hape tanpa perlu tengok-tengok ke kiri terus.

  • Naik Bus
Setelah kalian melihat bus dengan nomor yang harus kalian naiki, segeralah bersiap dan ikut mengantri. Plis deh ini, jangan sampe malu-maluin turis Indonesia, kalian harus lihat orang-orang pada baris ga, atau kalo ada orang yang langsung nuggu dengan siap di pinggir jalan, ikutlah berdiri di belakangnya.
Naiknya dari pintu depan ya! Satu lagi, gue lebih nyaranin buat punya T-money selama liburan kalian di Korea. praktis. Tinggal tap di mesin di samping pak supir. Kalo bingung karena belum pernah, makanya ngantri di belakang orang aja, jadi tau harus gimana. Hehe…
  • Di dalam Bus
Setelah tap kartu, lihat dan carilah kursi-kursi kosong di bagian belakang, atau setelah pintu tengah. Karena tempat duduk di depan itu biasanya adalah priority seat. Jangan sampe kalian jadi dilihatin aneh sama orang-orang lokal karena duduk di kursi yang harusnya didudukin oleh manula dan ibu hamil. Kalo ga ada kursi kosong, berdiri aja.
  • Turun Bus
Di dalam bus akan ada pengumuman nama pemberhentian sekarang dan pemberhentian berikutnya. Tapi ga semua pemberhentian disebutkan dengan Bahasa inggris. Itulah challenging lain bagi temen-temen yang ga biasa dengan Bahasa korea. Kalo pemberhentian kalian sudah disebutkan, pencetlah bel yang terdapat di tiang-tiang atau deket jendela (ini kaya’ naik angkot kalo di Palembang. Hehe..), sebagai tanda ke supir bahwa akan ada penumpang yang turun di halte nanti.
Sebelum keluar, atau saat menunggu bus berhenti, jangan lupa tap kartu T-money di mesin dekat pintu keluar. Pintu keluar berada di tengah bus. Pintunya dua daun. Sebenernya, selama di dalam bus, kalian bisa observasi dulu buat lihat gimana caranya penumpang lain kalo mau turun. Tapi khusus penumpang lansia, mereka sudah bebas biaya transportasi, alias gratis, jadi mereka ga pake kartu lagi.
 

Nah, selama di Korea januari kemaren, manfaat bus yang paling gue rasain adalah saat mengunjungi Namsan dan SNU. Sebelumnya, gue ke Namsan naik cable car, karena temen bilang kalo naik bus harus jalan kaki buat sampe ke N seoul Tower. Tapi, bagi gue, jalan dari bus stop ke N seoul tower itu ga sebegitu jauhnya kok. Memang medannya mendaki, tapi suasana pepohonan di kiri kanan sungguh indah nan eksotis. Apalagi waktu itu ada salju yang bisa gue temui secumpuk-secumpuk di pinggir jalan! My first snow eveeerrrr… Pengalaman lainnya waktu gue dari Bukchon mau balik ke Myeongdong. Mungkin karena sudah sore, kita nunggu bus lumayan lama. Trus juga harus ganti bus di  Seoul Station. Sempet bingung juga nunggunya di halte yang mana, karena di sini banyaakkk banget haltenya. Untungnya di Naver map itu ada alternatif pilihan nomor bus ke tempat tujuan, jadi nomor bus mana aja yang kelihatan lebih dulu, itu yang kita naikin.
Selain dua cerita tersebut, pengalaman paling berkesan gue naik bus adalah saat ke Seoul National University kampus Gwanak. Untuk sampe ke kampus terkenal ini, subway stationnya jauh (ga kaya’ ewha university yang tinggal jalan dikit). Jadi waktu itu gue dari Namdaemun, naik di halte Namdemun. Halatenya juga lumayan panjang, jadi harus lihat-lihat info nomor bus agar kita menunggu di tempat yang tepat. Begitu ada bus dengan nomor yang tertera di alternatif yang dikasih naver map, gue naik ke salah satu bus tersebut. SNU Gwanak kampus ini menurut gue jauh di selatan seoul. Pastinya ngelewatin sungai Han dulu. Trus turun di halte yang suasanya ga se-hectic Myeongdong. Dari situ gue ganti bus hijau dengan nomor yang juga ada beberapa alternatif berdasarkan petunjuk naver map. Bus ini masuk sampe ke dalam komplek kampus, jadi kita bisa turun di area fakultas yang mau kita tuju. Ga perlu jalan jauh dari gerbang masuk yang identical itu. Waktu pulang, gue sebelumnya sudah ngingetin tadi waktu dateng gue turun di sebelah mana, biar ga salah naik arah busnya. Dan ternyata, sore itu, antrian di deket bus stopnya udah rame aja. Pas ada bus yang berenti, tapi nomornya ga sesuai sama petunjuk naver map, gue ga ikut masuk naik bus kan, jadi orang yang ga ikutan naik biasanya agak nyingkir dikit (tapi masih tetap dalam antrian) untuk mempersilahkan orang lain yang mau naik. Wuih, baru tau gue gini caranya. Tertib banget yak antriannya. Saat bus tujuan gue dateng, Allahu Akbar, ternyata di dalem ga kalah desek-desekan kaya' kopaja. Aseli. Really packed with many people. Sampe-sampe ada yang protes kayanya bilang “udah dong pak jangan dipaksin naik lagi, udah ga cukup busnya”. Gue bahkan sampe turunin backpack gue biar ga mengganggu orang lain (pernah baca kalo orang yang bawa backpack harus lepas tasnya dan dijinjing supaya tasnya ga mengganggu orang lain di belakang gitu). Waktu itu, sayangnya gue ga ada koneksi internet, jadi gue bingung harus turun dimana. Jadinya gue putusin buat turun di stasiun subway aja (untungnya gue dulu sempet naik subway jauh, jadi tau kalo ada stasiun subway yang namanya “Seoul National University”). Tapi pengumuman nama pemberhentian berikutnya pake bahasa korea dong. Sempet cemas takut kelewat, tapi ternyata prinsip ‘ada gula ada semut’ bisa diterapin. Banyak banget ternyata orang yang juga sama-sama turun di halte subway. Untung dah kagak salah. Ternyata ini gue baru tau, biasanya kalo abis dari dalem subway, kadang gue suka bingung kok orang-orang yang masuk ke stasiun subway ini rombongan rame banget, ternyata mereka tuh turunnya barengan dari bus. Oohh gituuu..   ^^
Sekian cerita pengalaman saya naek bus kota di Seoul, bahkan tanpa ada koneksi internet saat perjalanan. Seru. Yang tertarik dengan tantangan yang sama, bisa kok diskusi lebih banyak sama saya.
Informasi lain mengenai Seoul city bus, bisa cek di web KTO.

Selamat Menjelajah Seoul!


Tanggal 15-17 Oktober 2019 nanti, Korea Tourism Organization Indonesia akan mengadakan Korea Travel Fair di Central Park Mall Jakarta, dengan tema "Ke Korea bukan hanya tentang Berwisata, tapi tentang Merasakan Pengalaman Baru". 

Jadi, berdasarkan tema tersebut, bukan cuma penawaran tiket pesawat dan paket wisata aja, tapi juga kalian bisa contek ide destinasi wisata selama di korea dari temen-temen traveler. Ga ketinggalan, temen-temen dari Wow Korea Supporters juga akan berbagi pengalaman tentang wista korea dengan tema Korea Tours, WKS Journey, Muslim Tours, KPOP, K Food, Jeju 3 Seasons. (*harusnya sih eike juga dapet slot buat sharing, tapi karena tiket pesawat sekarang pada mahal, gue ga bisa. huuhhuuu.. T_T).

--- 

Info lengkap di link berikut --> bit.ly/Korea-travel-fair-2019

 ---

Hallyu atau arus penyebaran ragam kebudayaan Korea telah menjadi sebuah tren tak terbendung yang berkembang pesat di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Fenomena budaya Korea saat ini telah menginvasi baik di bidang musik, film, drama, game online, kuliner dan banyak lainnya. Selain itu, Korea juga menawarkan keragaman budaya lokal, keindahan alam, dan gaya hidup untuk dinikmati setiap wisatawan. Oleh karena itu, Korea menjadi salah satu destinasi favorit bagi wisatawan Indonesia. Di negara yang ramah turis ini, setiap wisatawan didorong untuk menjelajahi Korea dengan cara mereka masing-masing supaya mereka menemukan apa yang paling sesuai dengan mereka dan dapat menciptakan ikatan khusus antara mereka dengan pesona Korea.
Saat ini, semakin banyak wisatawan asal Indonesia yang bepergian sendiri, ataupun berkelompok dengan teman-teman dan keluarganya tanpa menggunakan jasa agen perjalanan. Wisatawan tersebut biasa dikenal dengan sebutan Free Independent Travelers (FIT). Memahami tren tersebut, Korea Tourism Organization (KTO) Jakarta kembali mengajak wisatawan FIT Indonesia untuk merasakan dan menjelajah Korea lebih banyak dengan cara khusus dan lebih pribadi bersama teman atau keluarga tercinta melalui kampanye #AkudanKorea. 
Kampanye #AkudanKorea ini fokus pada berbagai aktivitas promosi offline dan online untuk menarik wisatawan FIT Indonesia, dengan menggelar Korea Travel Fair 2019 dan berbagai aktivitas online di situs www.akudankorea.com serta media sosial KTO Jakarta. 
  • Aktivitas Offline : KOREA TRAVEL FAIR 2019
Di bidang offline, KTO Jakarta akan menggelar Korea Travel Fair 2019 pada 15 ~ 17 Maret 2019, di Laguna Atrium, Central Park Mall. Acara ini didukung penuh oleh Kedutaan Republik Korea untuk Indonesia. KTO Jakarta juga menggandeng Bank Mandiri sebagai mitra bank dan Sabre Travel Network Indonesia sebagai mitra Global Distribution System (GDS). Lima maskapai yang berpatisipasi dalam acara tahun ini adalah Asiana Airlines, Cathay Pacific, Garuda Indonesia, Korean Air dan Thai Airways. Turut berpartisipasi 10 agen perjalanan terbaik Indonesia diantaranya Antavaya, ATS Vacations, Bayu Buana Travel, Chan Brothers, Dwidaya Tour, Golden Rama, KIA Tours, Obaja Tour, Rotama Tour dan Smailing Tour.
Melalui acara ini, pengunjung berkesempatan mendapatkan harga spesial dan hadiah langsung, baik dari agen perjalanan maupun maskapai penerbangan. Selain itu, Bank Mandiri juga menawarkan berbagai program menarik selama acara berlangsung, yakni cashback sampai dengan Rp 5 Juta, #spend&get 2 Tiket Konser Ed Sheeran, cicilan 0% hingga 12 bulan, serta diskon hingga 50% sebesar maksimal Rp 2 juta melalui penukaran Fiestapoin.
Selain itu, acara juga akan diramaikan dengan berbagai program hiburan di atas panggung, di antaranya adalah penampilan drama musikal komedi Chef: The New Brand of Bibap yang didatangkan langsung dari Korea. Selain itu juga akan ada program berbagi pengalaman dan keseruan wisata Korea dari aktris multi-talenta Hanggini Purinda Retto. Selain itu, akan hadir pula beberapa travel influencers ternama dan komunitas blogger korea, seperti Marischka Prudence, Alexander Thian, SalamKorea.com, KoreanIndo.net, RanselTravel.com, dan masih banyak lagi. 
Nah, untuk para pecinta K-Pop, jangan lewatkan penampilan K-Pop Cover Dance dari Invasion-dc, Saycrew, dan Kriptonite.dc yang akan memeriahkan panggung utama Korea Travel Fair 2019. 
  • Aktivitas Online : WWW.AKUDANKOREA.COM
Sebagai penunjang kampanye melalui ranah online, KTO Jakarta akan meluncurkan kembali situs www.akudankorea.com dengan wajah baru. Situs yang sukses diresmikan sejak tahun lalu ini akan digunakan sebagai pusat informasi wisatawan FIT. Terdapat beberapa kanal utama pada situs tersebut untuk mempermudah wisatawan dalam mencari informasi yang mereka butuhkan, seperti:
  • Event Terbaru berisikan informasi terkait beragam acara menarik seperti festival, acara terbaru yang diselenggarakan di Korea, atau acara di Indonesia yang diselenggarakan oleh KTO Jakarta;
  • Destinasi berisikan informasi destinasi-destinasi baru, destinasi anti-mainstream dan info wisata menarik seperti wisata Hallyu, tradisional dan destinasi unik lainnya yang cocok bagi wisatawan FIT;
  • Penawaran Khusus berisikan informasi berbagai promosi atau diskon yang ditawarkan oleh berbagai pelaku wisata seperti hotel, restoran, transportasi, toko-toko, tiket pesawat, dan lain-lain;
  • Testimoni berisikan kesan dan saran dari teman-teman traveler yang sudah pernah ke Korea.
Tidak hanya informasi saja, situs www.akudankorea.com juga akan menjadi pusat aktivasi online seperti trivia kuis, photo challenge dan aktivitas online lainnya. Tujuan utama dari aktivitas online ini adalah agar wisatawan FIT Indonesia bisa lebih tahu dan mengenal tujuan-tujuan wisata baru dan anti-mainstream di Korea seperti di Incheon, Gyeonggi, Gangwon, Daegu, Busan, Gyeongnam, Jeollanam, Jeollabuk, Chungcheongbuk, Daejon dan Chungcheongnam, yang masih belum terekspos secara luas. 
Dengan semua aktivitas tersebut, KTO Jakarta mengajak wisatawan FIT Indonesia untuk tidak hanya berwisata di Korea tetapi juga merasakan dan menjelajahi Korea yang sesungguhnya. Sebagai negara ramah turis, pelayanan dan fasilitas wisata ke Korea pun dikembangkan guna mendorong wisatawan untuk mengeksplorasi tempat atau tujuan sesuai dengan preferensi masing-masing wisatawan, sehingga mereka dapat menemukan serta menikmati Korea dengan maksimal. Kampanye ini juga sebagai bukti bahwa Korea akan semakin ramah terhadap wisatawan dan sangat mudah untuk dijelajahi oleh wisatawan FIT, khususnya dari Indonesia.


--- Sumber artikel : KTO Indonesia ---



Musim semi adalah salah satu musim yang indah bagi negara yang memiliki 4 musim. Musim ini sangat ditunggu-tunggu tidak hanya oleh penduduk setempat saja, namun juga oleh para wisatawan internasional dari negara lain. Korea selatan adalah salah satu negara yang memiliki 4 musim, begitu pula dengan musim yang indah ini. Musim semi dikenal dengan waktu bunga-bunga yang cantik nan indah bermekaran. Beberapa bunga seperti sakura, canola, dan azalea adalah bunga yang ditunggu-tunggu kehadirannya saat musim semi tiba.


  1. Bunga Sakura di Jinhae
Siapa yang tidak kenal dengan ratu dari bunga musim semi ini, chery blossom. Kehadirannya, yang kalo kita tonton di drama-drama, merupakan penanda bahwa musim semi telah tiba. Begitu pula di Korea Selatan, akan bayak terdapat tempat yang indah karena dihiasi oleh bunga berwarna pink yang muncul dari ranting pohon yang kering. Cherry blossom bisa dengan mudah ditemui di pusat kota Seoul. Tapi, Distrik Jinhae yang terletak 4 jam dari Seoul dengan kereta ini akan memiliki banyak kegiatan festival menyambut mekarnya bunga sakura, yaitu pada awal bulan april. Beberapa tempat yang bisa kita kunjungi untuk menikmati pesona Cherry Blossoms di Jinhae antara lain Jinhae NFRDI Environment Eco-Park, Jehwangsan Park, dan Anmingogae Hill. Tapi tempat yang paling terkenal untuk mengambil foto kece adalah di Gyeonghwa Station, dan Yeojwacheon Stream. Sebagian tempat-tempat tersebut bisa dimasuki dengan bebas secara gratis.
Jangan lupa untuk update ramalan mekarnya bunga sakura yang bisa diupdate di website KTO.
Banyaknya pohon sakura yang berjejer menciptakan terowongan yang fantastis untuk dilalui di bawahnya. Kelopak bunga sakura yang jatuh seperti salju merah muda merupakan pemandangan yang menakjubkan untuk dilihat. Air kolam dan sungai yang ditutupin kelopak bunga sakura yang jatuh-pun juga memberikan pesona tersendiri. Itulah kenapa Jinhae menjadi whislist dream no.1 saya apabila memiliki kesempatan untuk mengunjungi Korea di musim semi.
Pemandangan Sakura di Gyeonghwa Station dan Yeojwacheon Stream, Jinhae.
Cek info lengkap tentang sakura di Jinhae pada web KTO ini, ini, dan ini. 
Image Source : Visit Korea & Visit Korea

  1. Bunga Canola di Jeju
Mungkin bagi sebagian orang masih belum akrab dengan bunga Canola. Tapi, bagi pecinta Korea atau yang tau dengan pulau Jeju, tidak akan asing dengan bunga kuning ini. Yap, bunga Canola biasanya identik dengan pulau terkenal yang berada di selatan Korea. Ada banyak tempat yang mempesona di pulau Jeju dimana kita bisa menikmat bunga ini, baik dengan latar belakang pegunungan, lautan, maupun jalan antar kota yang berkelok. Namun salah satu tempat paling favorit yang masuk ke dalam whislist saya adalah di Noksan-ro, jalan yang diapit oleh hamparan bunga kuning yang menawan. Tidak hanya pemandangan pegunungan Hallasan saja sebagai backgroundnya, bahkan cherry blossom berwarna pink juga ikut menghiasi indahnya pemandanganan. Selain menikmati pemandangan yang menakjubkan di daerah Pyoseon-myeon pada awal bulan april, pengunjung juga dapat mengikut beberapa kegiatan festival musim semi saat bunga Canola sedang bermekaran. Ga usah khawatir, karena semuanya gratis-tis.!
Pemandangan Canola di Noksan-ro, Pyoson-myeon, Jeju.
Cek info lengkap tentang Canola di Jeju pada web KTO ini, ini, dan ini. 
Image Source : Visit Korea & Visit Korea
 
  1. Bunga Azalea di Gunpo
Bunga berwarna ungu ini ikut melengkapi pesona Korea di musim semi. Kota Gunpo yang letaknya tidak jauh dari Seoul merupakan tempat yang paling tepat untuk menikmati keindahan bunga Azalea ini. Apalagi tidak dipungut biaya untuk mengambil foto-foto kece sebagai kenangan indah saat mengunjungi Korea di musim semi. Berbagai festival pun diadakan saat kota Gunpo sedang dipenuhi bunga Azalea pada akhir bulan april. Cantiknya hamparan bunga Azalea yang mempesona ini tentunya menjadi salah satu wishlist dream saya apabila mengunjungi Korea di musim semi suatu hari nanti.
 
Pemandangan Azalea di kota Gunpo.
Cek info lengkap tentang Azale di Gunpo pada web KTO ini, dan ini
Image Source : Visit Korea & Visit Korea

Selain 3 bunga di 3 tempat yang telah disebutkan di atas, masih banyak tempat dan bunga lain yang bisa dinikmati saat musim semi di Korea. Cek aja di peta dari KTO di bawah ini yah gaes.
Selamat terbius oleh cantiknya musim semi Korea. ;)
Pengantar (setdah, macam bab karangan ilmiah aja)

Kalo kalian pantau sosmed gue, kabanyakan isinya korea aja, korea mulu, korea lagi. Sebenernya ini semua “ada udang di balik bakwan”, karena selama satu tahun belakangan gue masuk sebagai anggota Wow KoreaSupporters yang membantu menyebarluaskan pariwisata korea melalui media sosial. Awalnya gue sempet greedy banget. Tapi ngeliat saingannya pada selebgram, postingan sempet kendor di pertengahan tahun. Walo tetep lanjut sampe akhir. Dan ternyata gue kalah dong. Mau gimana lagi. Bonyok gue bilang “kalo memang rejeki nanti bakal dapet lagi”. Sepulang gue dari trip bisnis (cieee biar keren), dapet sms dari manager wks, kalo gue ngeganti’in pemenang yang ga bisa berangkat. Excited, tapi bingung at the same time karena duit gue udah banya kepake di bussiness trip kemaren. Untungnya bokap gue kaya (*maunya sih gitu… HAHAHA!), dia bilang ambil aja. Gue juga pikir tiket pesawat itu udah setengah dari total pengeluaran buat liburan. Oke deh, AMBIL! Dan temen-temen gue pun pada bilang, “ya ampun Bi? Ke korea lagi? Gratis lagi?”.
Setelah urus visa, urus surat izin, 26 januari 2019 sore hari gue berangkat ke Jakarta. Tiket domestik lagi naik gila-gilaan harganya. Jadi jangan tanya gue abis berapa liburan ke Korea ini. Btw urus visa harganya juga naik, jadi 700rb utk single entry (tau gitu, gue apply yang multiple deh ciynt). Trus juga bayarnya harus ke bank di deket kedutaan. Ga tau detailnya juga sih, bokap gue yang ngurusin. Pake drama pula, karena dateng kesiangan. Untungnya do’i jago nego. Berkas juga lengkap, jadi orang kedutaan mau terima aplikasinya. Fyuuuh~.


Terminal 3 Bandara Soetta Internasional

Di Seotta gue nunggu temen trip di terminal 3. Iya, kita dikasih tiket Garuda. Yeee yeee la laaa la laaa~. Awalnya temen trip gue asal Jakarta. E tapi ternyata dia ga jadi, trus ganti temen yang dari semarang. Kita chat dulu ngerencanain perjalanan bareng. Karena kita sesama solo travelling. Akan lebih hemat kalo ada temen bareng buat share kamar, share wifi, dan share makan.

Karena gue dari Palembang naik citylink, landing di terminal 1c, maka gue harus ke 1b buat naik kalayang ke terminal 3. Ngasih tau temen-temen aja sih, mungkin ada yang belum tau kalo mau pindah terminal gimana. GRATIS! Bahkan di platform kalayang ada porter yang  bisa bantu kita kalo kita bawa barang banyak. Dan di belakang kaosnya ditulis “No Tipping”. Uhuy!

Terminal 3 ini program ruangnya disusun layer secara vertikal. (cerita lagi, siapa tau masih ada yang belum akrab sama terminal 3 soetta). Stasiun kalayang di layer lantai tengah, kedatangan di bawah, keberangkatan di atas. Karena waktu check-in masih beberapa lama, gue sempetin sholat dulu di lantai dasar dekat pintu kedatangan. Bagian dalam departure hall tempat check-in cantik, ada tempat untuk background foto-foto. Suasananya mirip lah dengan departure hall Incheon. Gue juga sempet keliling lihat-lihat. Ada atm, money changer, restoran, toilet (tapi ga nemu musholla ya), ada juga tap water buat minum.  Sekitar jam 10, gue dan temen travel masuklah ke dalam ruang tunggu (gate 10) buat boarding. Btw, nyari tap water buat minum di ruang tunggu ini di sebelah mana ya? Ga ketemu. Ya udahlah ya gapapa. Toh di pesawat bisa minta minum, kan buka penerbangan LCC. Hehe...

Garuda Indonesia Jakarta – Seoul

Sebelum masuk pesawat, gue sempet bertanya-tanya dalam hati, kira-kira susunan tempat duduknya gimana ya? Males banget kalo yang 3-3-3 maunya yang 2-4-2 kaya gue naik Asiana kemaren, ga susah buat keluar kalo duduk deket jendela. Dan ternyata airbus 330-300 garuda ini sesuai sama yang gue inginkan asyik! Kursi gue juga untungnya ga jauh dari pintu masuk ekonomi. Ada selimut, bantal, dan penutup mata + kaos kaki (kayanya asiana kemaren ga dapet kaos kaki sama penutup mata deh. Oke, unggul 1 poin garuda. Yes). Entah karena ini pesawatnya bagus atau apa, suhu pesawat penerbangan malam ini dingin. Apa mungkin karena berusaha menyesuaikan suhu di tempat tujuan. Entahlah. 

Garuda GA878 punya entertainment on board, just like another long haul flight in general. Monitor di depan (klo pesawat LCC, ga ada ini). Trus juga ada film Crazy Rich Asian. Kebetulan banget, kemaren gue sempet donlot, trus filmnya macet pas lagu “falling in love” itu. Hahaha… jadi bisa nonton sampe selesai deehh sambil ngabisin waktu di penerbangan selama 7 jam ini. Eh iya, walopun penerbangan malem, setelah take-off dan tanda sabuk dimatikan, jangan terlalu nyenyak tidurnya, karena cabin crew biasanya bakal bagi'in snack. Hihihi… jadi, supaya mba pramugarinya ga nyangka kita tidur, pura-pura sibuk sama monitor, nanti dese nawarin, mau snack ga. Penerbangan malam itu, snacknya berupa Sandwich isi kaya’ ada bumbu karenya gitu. Lumayan loh buat ganjel perut, karena meals on board berikutnya dibagi’in pas sarapan, kaya’ 2 jam sebelum mendarat gitu. Pilihan menu sarapannya atara nasi uduk atau omelet. Karena nasi uduk itu banyak jualannya deket rumah, aku pilih omelet. Sudah diduga sih kalo isinya kentang, sayur, sama sosis. Enaakk… eh iya, di pesawat garuda ini ada wifinya loh! Waaahhhh… seumur-umur, gue kalo di pesawat pasti, selalu, mati'in hape karena takut gara-gara sinyal hape gue pesawat yang sedang gue naikin malah jatuh. Mungkin klo gue ga merhatiin pengumuman-pengumuman oleh captain pesawat, gue bakal kelewatan informasi ini. Dan ternyata, setelah gue cek, free wifi on board ada batas waktu. Lupa deh berapa lama, 15 menit apa ya? Tapi lumayanlah buat update sosmed kalo sedang di pesawat. Hehe…
Ternyata, garuda Indonesia sekarang mendaratnya di terminal 2 incheon airport. Terminal baru. Tapi bagi gue sih, feel-nya sama aja sama terminal lamanya. Arrival hallnya ga terlalu besar. Apa mungkin karena masih pagi, jadi belum terlalu rame banget. Tapi, stasiun airport railroadnya, ga semegah wah dari yang di terminal 1. Kalo udah biasa ke seoul kaya' gue (*sombong), ga sulit kok menuju ke platformnya.

*Cerita lanjutan pengalaman gue tentang liburan ke korea januari 2019, nanti akan di-update dalam beberapa part. Ditunggu yaah. 😊

.
.

Update artikel:
Jalan-jalan di Seoul dengan Bus umum
Makan di Restoran di Myeongdong
Belanja di Myeongdong
My first SKI experience

Lagi pengen posting, tapi males kalo harus nulis panjang. Jadinya, sekarang aku mau posting tentang salah satu filma Jepang, yang sebenernya udah lamaaaa ditonton. Tapi, waktu lagi ngubek-ngubek youtube tadi, ketemu film ini lagi. Yuk, simak pendapat aku tentang film ini.

Hampir sama dengan postingan film sebelumnya, dimana diri gue mulai gersang tentang kisah cinta (ahak!), tapi film ini lucu dan menghibur walau genre utamanya komedi plus romantis. Sebenernya alurnya biasa sih. Romansanya juga gitu-gitu aja. Tapi kadang justru yang biasa aja itu, merasa nyess lekat di hati karena dekat dengan kehidupan (*apalah). Didukung juga dengan karakter pemerannya yang unik bagi aku, bikin ceritanya lucu, ga nge-bosenin. Kalo lagi sedih ya bikin mewek juga sik.

-spoiler-

Jadi, ceritanya tentang seorang perempuan lugu biasa aja dengan khayalan gila tingkat tinggi. Pemeran utama cowo adalah direktur di tempat bekerja, yang ternyata punya kemampuan membaca pikiran orang lain. (*tuh kan background karakternya terlalu mainstream). Yang unik di film ini, khayalan sang cewek ditampilkan semaksimal mungkin, jadi kaya' film komedi gitu. Kadang si cewe memasukkan direkturnya (yang dia ga tau nama lengkap direktur tersebut) ke dalam khayalan imajinasinya. Sang cowo bisa melihat dan membaca imajinasi cewe tersebut, dan merasa terhibur, karena selama ini banyak orang menganggapnya sebagai seorang yang serius, dan terlalu sempurna. Dengan khayalan imajinasi uniknya, tokoh utama pria pada film ini mulai tertarik untuk mendekati tokoh utama perempuan.

Ya gitu deh, akhirnya mereka jatuh cinta. Dan seperti cerita kisah cinta pada umumnya gini, keluarga yang kaya ga setuju kalo punya menantu yang berasal dari kasta yang lebih rendah. Ini udah masuk ke bagian sedihnya film tersebut. Sang cewe ga mau si cowo bisa membaca kegelisahan dan keraguan si cewe tersebut, hingga si cewe berusaha sekuat tenaga untuk mengosongkan pikirannya agar isi hatinya tidak bisa dibaca oleh si cowo. Tentunya ini sangat sulit bagi cewe dengan khayalan imajinasi tinggi tingkat dewanya.

Related image  https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTNwu7sUsnfNYK96orpx_JUnfW983D5n92n6Uw2FLQvDjVOHld1sA

Maafin yak, penjelasan eike malah buat filmnya jadi ga menarik gini.
Tapi lucu, unik, dan seru kok buat di tonton. Apalagi imajinasi gila cewe' ini. Ditambah cool-nya si cowo. ehem..

Tonton aja deh guys. ceritanya menghibur kok!
Yang sudah mimpi-mimpi jalan-jalan ke korea, yuk ikutan event #kekoreaaja yang sedang diselenggarakan oleh Korea Tourism Organization (Indonesia).
Terkhusus untuk Petualang sejati yang siap menjelajahi Korea, dan bisa membuat rencana perjalanan yang keren, serta mempunyai semangat tinggi untuk menelusuri keindahan Korea.

Cukup buat rencana jadwal perjalanan liburan ke Korea selama 5H4M yang terinspirasi dari 6 video EXO “Have You Ever?” dengan syarat dan ketentuan berlaku.


✔ Buat rencana perjalanan 5H4M sesuai template yang disediakan di microsite Ke Korea Aja.
.
✔ Rencana perjalanan (itinerary) berisi:
➡️ Destinasi wisata yang ada di Provinsi ke-3 (info tentang Provinsi ke-3 bisa kamu dapatkan di microsite)
➡️ Ski Resort
➡️ Salah satu destinasi yang ada di video "Have You Ever?" oleh #EXO ~~~
.
✔ Share/Upload rencana perjalanan yang sudah kamu buat, bersamaan dengan salah satu video EXO “Have You Ever?” di media sosial.
.
✔ Dan jangan lupa cantumkan hashtag #KeKoreaAja serta #AkudanKorea pada caption
.
.
 
✔ Kamu boleh submit lebih dari 1 rerencana perjalanan sampai tanggal 1 Desember 2018 ya!
2 pemenang yang beruntung punya kesempatan menelusuri Korea bareng @edhozell Yuhuuu~~~ .
.
✔follow juga akun Instagram @ktoid dan Twitter @KTOJakarta, serta likes Facebok fanpage Korea Tourism Organization (Indonesia)
Lebi lanjut, silahkan mengunjungi webite https://visitkorea.or.id/kekoreaaja/

 ---

Semoga impian ke Korea bisa jadi kenyataan!
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

About Me

Travel, Architecture, Korea, Guitar
Hit me a message on

db.guitar.arch@gmail.com

Contact me

Nama

Email *

Pesan *

POPULAR POSTS

  • CNBLUE t-shirt
  • Voice of Murder - Korean movie
  • Suncheon Bay National Garden
  • You're Beautiful - Korean Drama
  • Liburan Kulur-Kilir

Label

korea jalan-jalan liburan entertainment arsitektur AkuDanKorea KeKoreaAja Badminton Music Makan chord guitar Film Jepang Temen other Taiwan sahabat korea promotion Malaysia Singapore HongKong Lombok palembang game Bali
Diberdayakan oleh Blogger
Punyakubae

Total Tayangan Halaman

Translate

Follow

Designed by OddThemes | Distributed by Blogspot