PUNYAKUBAE

  • PUNYAKUBAE |
  • Tag
    • Travel Stories
    • Promotional
    • Entertainment
    • Food Experience
  • History
    • 2025
    • 2024
    • 2023
    • 2021
    • 2020
    • 2019
    • 2018
    • 2017
    • 2016
    • 2015
    • 2014
    • 2013
    • 2012
    • 2011
    • 2010
    • 2009
    • 2008
    • empty
      • empty1
      • empty2
Sebagaimana kita ketahui pada saat SD dulu, pasti tidak asing dengaan KAA. Tapi yah entah emang saya yang ga pinter atau karena sudah lama ga belajar IPS, sejujurnya saya ga tahu banyak tentang KAA.

Sebagai kota kelahiran KAA, di bandung happening banget lah pokoknya menyambut KAA. Berbagai event diselenggarakan. entah deh event merakit bambu dari kampus itu buat menyambut KAA atau bukan. Tapi saya ga ikut menghebohkan event bambu itu sih, karena lagi terkena penyakit perut musiman.

Salah satu ke-antusias-an kota bandung menyambut KAA adalah mempercantik wajah kota di pusat penyelenggaraan kegiatan inti KAA. ini nih yang membuat saya tertarik. sampai-sampai adek sepupu saya bilang, "kakak tadi ke mana? ke braga ga? coba gera ke braga, bagus kaya' di eropa". heeehh?? masa'sih bisa sebagus itu? tanyaku dalam hati karena ga percaya. Setelah melihat koran, emang bener fotografernya bagus mengambil sudut foto dan proporsi gambar, sehingga dapat menunjukkan suasana 'eropa' yang katanya 'ini di braga lho. bukan eropa'. Langsung deh, jalan-jalan ke braga masuk jadwal untuk menjadi salah satu kegiatan saya minggu ini.
 
Emang mengumpulkan kemauan untuk pergi ke luar rumah tuh susah, kalo ga terpaksa. Awalnya mau berangkat pagi, karena kalo siang takut hujan euy. Tapi apa daya, pagi-pagi tubuh ini masih asik bermanja-manja di atas kasur. Akhirnya tubuh ini siap melangkah ke luar rumah hampir jam 1 siang.
Di perjalanan, tepatnya di dalam angkot, mulai menyusun strategi jam kunjungan, karena jam 3 saya sudah harus tiba di kampus karena ada kelas. Di angkot sempat cemas, karena melihat langit di sebelah barat dan selatan berwarna abu-abu. bahkan sempat angin-angin. Untung, setibanya di braga hujan tidak turun.

Setibanya di braga, memang saya melihat pemandangan yang agak beda. beberapa bulan lalu, bagian depan (?) jalan braga kotor karena sedang ada galian kabel/gorong-gorong (mungkin). Tidak nyaman beralan di trotoar karena sedang ada perbaikan saat itu, bingung mau lewat sebelah mana. Selain itu, di pinggir jalan tidak terdapat banyak kegiatan (liveability nya ga ada). Tapi, siang itu, semakin masuk ke dalam jalan braga, suasananya mulai terasa berbeda. Awalnya saya bingung, kok siang ini banyak orang yang duduk-duduk di kursi di pinggir jalan yang telah disediakan. Kawasan terasa hidup. (eh, malah jadi malu-malu buat foto-foto). semakin berjalan ke arah asia-afrika, semakin terasa bahwa saya punya banyak teman yang juga antusias melihat cantiknya bandung sekarang. Banyak warga yang mengunjungi sekitaran gedung merdeka. Untuk apalagi kalo bukan untuk foto-foto. bahkan sampe ada yang dress-up (bener ga nih bahasanya ya?) dan makeup full buat foto-foto. ckckck... saya kalah. Ga cuma remaja saja, anak-anak beserta teman maupun orang tua, atau orang dewasa bersama rekan kerjanya menyempatkan diri menikmati keindahan sekitar gedung merdeka. saya sempet heran, padahal ini hari kerja, kok masih banyak aja ya orang yang ke sini. gimana kerja mereka? (oooppsss).

Okeh, review saya saat tiba mulai dari braga, terdapat beberapa streetscape seperti bola-bola beton (entah apa nama kerennya) lampu jalan yang ada pot bunga di atasnya, kursi taman yang cantik disusun sepanjang jalan dan trotoar.
 

Kawasan simpang jalan braga (entah dekat bangunan/hotel apa itu namanya) juga dipercantik dengan taman kering (hardscape?). Titik foto-foto pertama yang saya temui. Tapi karena saya males nyebrang, foto dari sebrang jalan yang macet aja.

Jalan yang terkenal itu....


Di sepanjang jalan juga terdapat beberapa poster & spanduk bertemakan KAA.

Beberapa pekerja-pun masih sibuk mempercantik pinggir jalan.


Hingga akhirnya saya tiba di titik utama, Jalan Asia-Afrika dan Museum KAA. Ini adalah titik foto utama, terlihat dari banyaknya orang di dalam foto saya. Bahkan juga ada anggota KAA (terlihat dari adanya nametag di kalungkan di leher).
 
Yang menjadi objek utama foto adalah, apalagi kalo bukan deretan tiang bendera berbagai negara peserta KAA.

Di sini bahkan ada pot bunga besar berisi tanaman berwarna. aih, jadi inget waktu di sekitaran heritage 1881 dua tahun  lalu.

Saat berjalan ke arah-alun-alun, terdapat keramaian di sekitar sungai cikapudung. Ternyata di sini terdapat pelataran, katakanlahh nama kerennya riverfront. Wah, kok jadi cantik ya di pinggiran cikapudung ini. Entah dulunya tempat ini apa.
Riverfront ini dipercantik dengan barisan tiang bendera dan hardscape berupa box yang ditumpuk 2 wara-warni bergambarkan wajah tokoh-tokoh KAA. Bahkan di ujung pelataran, terdapat box yang berisikan cerita sejarah KAA dan cerita tentang bandung, salah satunya cerita mengenai jalan braga. Unik, menarik, tidak hanya indah, tapi juga seperti museum terbuka yang memberikan pengetahuan. (tapi emang sayanya aja yang males baca. heheh..).


Di ujung pelataran juga terdapat tank-tank baja yang sedang parkir. Adek sepupuku yang melihat foto ini bilang bahwa tank ini kemaren lewat di depan sekolahnnya. Sungguh tempat wisata dadakan yang menarik terutama bagi anak-anak.
 

Hampir tiba di ujung jalan, masih terdapat penyelesaian pelataran/plasa riverfront. kok cantik sih....?


Karena sudah hampir jam 2, saya buru-buru jalan ke arah alun-alun. mau mampir dan lihat sebentar wajah alun-alun yang baru lebih dekat.
Dulunya, setahu saya alun-alun ini jelek. pinggirannya tertutup. banyak pkl berjualan, memanfaatkan akses rembesan dari jalan asia-afrika ke jalan dewi sartika yang melalui pelataran masjid raya. Sekarang.......... cantik. ga kalah sama malaysia, putrajaya.
 
Pelataran alun-alun sudah berubah menjadi rumput sintetis. Namun, untuk menjaga kebersihan bersama-sama, maka bila anda mau masuk ke pelataran tersebut, harus melepas alas kaki. wah, jadi inget jaman sma dulu. tapi enak sih, kan bisa tidur-tiduran di atas rumput sintetis itu jadinya.

Terdapat pula area bermain anak-anak, yang lantainya lembut seperti menginjak busa (entah dari material apa namanya). Seperti lantai taman yang pernah saya injaki di hongkong (dulu saat pertama kali saya menginjakkan kaki, saya merasa aneh dan heran kenapa lantainya lembut). Awalnnya saya merasa penasaran, lantai children playground ini terbuat dari enis batu apa, setelah saya lihat dan saya coba injak, ternyata lembut. Tapi saya tidak berani berlamalama menginjak, karena saya males lepas-pasang sepatu.

Di sekita pelataran banyak terdapat elemen hardscape seperti tempat duduk dari batu, lampu, dan pot tanaman.

Gerbang alun-alun yang cantik yang saya bilang ga kalah sama yang kaya' di putrajaya.

Beginilah suasana alun-alun

Suasana Asia-Afrika dan gedung tua (sekarang berfungsi sebagai bank mandiri)

Jalan yang terkenal itu. Ga dapet foto nama jalan yang deket gedung merdeka, untung dapet di deket jembatan penyebrangan.

Saya berjalan ke arah pasar baru, untuk mendapatkan angkot yang menuju ke kampus. Saat akan memasuki sekitar pasar baru, saya lagi-lagi melihat pemandangan cantik, payung warna-warni yang bergelantungan. Ya memang, culinary night sudah berbulan-bulan diselenggarakan, namun baru kali ini saya melihat payung yang cantik itu.
beberapa elemen streetscape pun tampak menghiasi sepanjang jalan sekitar pasar baru.

you know what about this photo?
marka jalan menujukkan parkir seri, tapi mobil yang parkir????

Akhir kata, saya sungguh sangat senang melihat kecantikan bandung menyambut KAA ini. Masyarakatnya pun ikut antusias. Kotanya jadi terasa hidup (liveability-nya jadi dapet). Emang kalo pemimpinnya tau tentang kecantikan kota, yah kotanya bakal cantik kaya' gini.
entah berapa lama kecantikan bandung akibat adanya streetscape ini akan berlangsung. Saya sunguh sangat berharap kecantikan kota bandung dapat bertahan lama. Streetscape ini tidak hilang begitu saja beberapa bulan setelah KAA. Mari masyarakat bandung dan pemerintah saling menjaga keindahan bandung yang seperti ini.
udah lama ya ga nge-review film..
Karen mau mengalihkan diri dan perhatian dari tesis kemaren seharian nonton film aja. Ada satu film yang membuat hatiku terenyuh (halah bahasanya..) The Killer Sound / Voice of Murder (그놈목서리)
sebenernya ini film lama, tahun 2007. udah lumayan lama juga saya donlot (beberapa minggu yang lalu). tapi baru ditonton sekarang. belakangan ini gue lagi asik (pengen) nonton film yang berbau penyelidikan kasus-kasus pembunuhan. Seru aja gitu nontonnya..
-spoiler-
Jadi intinya, film ini bercerita tentang orang tua (ayah dan ibu) yang anak semata wayangnya diculik. Penculik menghubungi kedua orang tua tersebut melalui telepon untuk meminta uang tebusan, dengan syarat tidak memberitahu perihal anaknya yang diculik ke polisi. Awalnya mereka menuruti perintah penculik tersebut. namun, karena tidak tahan dengan tekanan batin yang diterima, sang ibu melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Akhirnya polisi ikut terlibat dalam penyelidikan kasus penculikan tersebut, dan berusaha mengungkap identitas pelaku dengan petunjuk yang hanya berupa suara di telepon. Entah bagaimana, akhirnya sang penculik mengetahui keberadaan polisi yang sedang menyamar di lokasi perjanjian transaksi. Sang penculik pun dengan cerdiknya mengganti-ganti lokasi transaksi untuk menghindar dari pantauan polisi. Sempat suatu ketika sang penculik muncul di lokasi transaksi dengan kedua orang tua korban tanpa sepengetahuan polisi. Namun dengan akal liciknya, sang penculik tetap tidak dapat teridentifikasi wajahnya. Sang penculik pun tetap meminta uangg tebusan kepada kedua orang tua korban dengan cara mengancam keselamatan sang anak. Karena merasa kesal dan putus asa, kedua orang tua tersebut sempat bersitegang dengan pihak kepolisian yang masih belum bisa mengungkapkan identitas apalagi menangkap pelaku. Suatu ketika tim forensik menganalisa rekaman suara pelaku di telpon, dimana pada dialog tersebut sang anak yang diculik diberi kesempatan untuk berbicara. Namun hasil analisa tersebut mengungkapkan fakta yang mengejutkan, dimana terdengar suara seperti menekan tombol sesuatu sebelum anak tersebut berbicara. Polisi pun mengabarkan hasil temuannya ke orang tua korban. Tentunya orang tua korban sangat sulit menerima hasil tersebut. Sang pelakupun masih menghubungi  kedua orang tua korban untuk meminta tebusan dengan tetap mengancam keselamatan sang anak, pula sambil mendengarkan suara sang anak yang sama seperti sebelumnya. Menyadari hal tersebut, dengan berat hati bercampur perasaan sedih dan kecewa yang mendalam, kedua orang tua harus menerima kenyatan mengenai anak mereka. Hari ke-44 setelah penculikan, akhirnya ditemukan mayat sang anak yang diduga mati karena dicekik sehari setelah penculikan.
 

waktu diawal film, liat ada nama kang dongwon, jadi semangat. pas selesai nonton, baru nyadar, dimana kang dongwon nya. ternyata oh ternyata, ia berperan sebagai pelaku, yang lebih sering terekspos suara dibandingkan figurnya. ckckck... pantes suara telpon pelakunya gimanaaa gitu. hahah..
-comment-
Yang bikin seru film ini adalah akting kedua orang tua korban, dapet banget emosinya (menurutku...), apalai ibunya, bener-bener depresi karena kehilangan anaknya. Bahkan mereka sampai seolah berontak kepada tuhan. (Ya Allah, kalo hamba kena musibah,ingatkanlah hamba selalu untuk berserah kepadamu ya allah..).
Dan yang paling menegangkan dari film ini, terdapat di menit akhir, dimana kita didengarkan rekaman SUARA PENCULIK YANG ASLI, karena kisah ini diangkat dari KISAH NYATA pada tahun 1991, yang mana kasusnya telah melewati batas penyelidikan (16 tahun) dan SANG PELAKU MASIH BELUM TERTANGKAP dan lolos dari jerat hukum. hiiiyyyy....
Mungkin namanya masih ga terlalu familiar, tapiiii kalo ngeliat, pasti tau. Roti kukus isi daging.
iseng pengen aja sih nyoba bikin, soalnya kalo diliat dari video yang didapet, bikinnya ga terlalu susah dan ribet.
Begitu ada waktu dan kesempatan, dicoba deh..

Roti:
Tepung terigu, gula pasir, baking powder, minyak wijen, dan air diaduk jadi adonan roti. trus, didiemin.

Isi:
Daging ayam, karena mau hemat campur tahu hehe.., pake sosis juga (manfaatkan bahan apapun yang ada di kulkas), bawang putih, bawang bombay, daun bawang, wortel, kol, garam, merica, saus tiram. Dicincang dan ditumis sebentar, diaduk semua jadi satu.

Masak:
ambil adonan roti secukupnnya, di penyetin, isi pake bahan isian, tutup bagian atasnya dengan cara dicubit (yang bingung, liat aja videonya). kalo di video tutoril sih, dia bisa bikin bagian atasnya bagus. Tapi karena keterbatasan skill, cubitan roti saya ga berbentuk (-_-").
setelah semua adonan di isi dan jadi, panaskan sedikit minyak di atas wajan. Lalu, taruh roti di atas wajan yang sudah diberi minyak. Sebentar aja bagian bawah roti sudah mulai kecoklatan. Lalu, beri air. Ini nih yang maksud saya mudah, ga punya kukusan tapi masih bisa bikin roti kukus. hihi.. Tutup wajan, masak sampai rotinya masak dan airnya mengering.


Jadi deeehh...
sumpeh yee gondok banget sama angkot tadi pagi.
Rencananya mau sehat, tapi malah sakit hati gara-gara mamang angkot.

ceritanya kan mau lari pagi ke lapangan olahraga. Karena lumayan jauh kalo harus jalan kaki, gue jadi naik angkot. Duluu.. sebelom bbm nae 2rebu, biasanya angkot cuma bayar Rp 2.000. lah tadi gue kasih 2500, mamangnya minta 3000. krn ga ada uang gopek, gue kasihlah 5000. eh, malah dikembaliin Rp 1.000??! sialan tuh mamang. gue cuma bisa terpana karena kecurangan mamang itu. Bukan masalah kembaliannya yang kurang, tapi gondok aja, kan mestinya sesuai harga yang udah dia sebutin tadi. Udah baek gue mau ngasih, eh dia nya malah kabur. CURANG.
awas lo ye mang, ga berkat tau gak lo idup dengan kerja kaya' gitu. Ga ridho gue!

Sebenernya ini juga salah pemerintah yang labil banget sih. Akhir tahun naekin bbm, padahal harga minyak dunia turun. Lah kan jadi repot sekarang, awal tahun bbm diturunin lagi, yang udah keenakan seperti mamang angkot dan lainnya pasti ga mau rugi. Makanya pemerintah yang smart dong. Walaupun gue ga ngerti ekonomi dan politik, masa' keputusannya labil ga mempertimbangkan kedepan/yang akan datang. Lah di kuliah programming aja kita disuruh memprediksi masa yang akan datang itu seperti apa, biar desain kita bisa bertahan dan ga ketinggalan gitu loh.
Pemerintah cepetan juga dong disampein ke organda nya. Masa' keputusannya baru keluar 5 hari (baru baca berita di google klo harga turun Rp 500) setelah pengumuman harga bbm baru. Giliran bbm naik aja, besoknya mamang angkot pada minta tambah, trus juga ada tempelan di angkot. Gue tunggu nih bakalan ada tempelan tarif baru ga diangkot-angkot.
Sebelumnya saya pernah mencoba membuat adonan puff pastry (zuppa-soup). Tapi, bisa dikatakan hampir gagal karena pastry nya ga nge-puff. Beberapa hari yang lalu, nonton acara masak di tv, katanya pas nge-giling adonan, jangan terlalu ditekan agar ga kehilangan tekstur layernya. Catatan berikutnya, sebelum memanggang adonan, oven harus dipastikan hangat dulu. Well, let's try it again!

Tepung dikasih gula dan garam sedikit, tambah mentega, aduk/remas dengan tangan sampai membentuk serpihan tepung. Lalu tambahkan air, diadon dengan tangan, tapi jangan sampai adonan terlalu kalis. Pelajaran yang saya dapet selama ini, kalo mau bikin hidangan yang lembut, saat mengaduk bahannya pun harus dengan lemah gemulai. Mungkin itulah makanya pekerjaan memasak identik dengan perempuan kali yak. Baiklah, adonan kemudian dibungkus di plastik, lalu simpan di lemari es 30 menit.
Setelah 30 menit, giling adonan, letakkan mentega (ga punya pastry sortening) di tengahnya, lipat adonan hingga membungkus mentega. Giling (ingat! gilingnya harus lembut dan pelan, jangan terlalu diktekan. Usahakan agar adonan tidak robek dan mentega tidak keluar, walaupun ini susah dan saya sering gagal), kemudian lipat lagi. Istirahatkan di lemari es bila adonan mulai terasa lembut. Lakukan terus giling dan lipat untuk membentuk layer-layer pastry, sampe capek dan bosen. hehe..
Yang membuat beda puff pastry kali ini adalah kalo kemaren pastrynya dimakan pake soup, sekarang pastrynya di isi / pake filling. Yang satu manis, yang satunya lagi asin. Jadi, setelah adonan pastry dilipat untuk terakhir kalinya dan disimpan di lemari es, giling adonan hingga ketebalan 0.5cm, bagi 2 adonan. disitu nanti akan terlihat lapisan layernya. Jangan lupa, panaskan oven terlebih dahulu.

Untuk isian asin, saya menggunakan sosis yang sudah dipotong 4 dan dikerat ujungnya. Potong pastry memanjang dengan lebar menyesuaikan sosis. Untuk penambah rasa, oles saus tomat, saus sambal, dan mayonaise di atas pastry, kemudian beri bawang bombay yang sudah ditumis. Letakkan sosis paling atas, gulung adonn pastry hingga membungkus sosis. Oleskan sedikit putih telur dibagian ujung adonan pastry sebagai perekat. Agar terlihat cantik, oleskan bagian atas luar pastry yang telah digulung dengan kuning telur. Selesai, masukkan oven dan panggang sampai matang. Supaya lebih enak, makannya pake saus sambal, saus tomat, mayonaise, dan chilli flake yang diaduk jadi satu.

Untuk isian manis, saya menggunakan meses dan keju. Potong pastry menjadi segitiga sama kaki. Beri meses dan keju (saya pake melted cheese), gulung adonan mulai dari bagian dasar segitiga. Oleskan sedikit putih telur dibagian ujung adonan sebagai perekat. Setelah tergulung, tekan bagian pinggir untuk menutup bagian yang masih terbuka. Oleskan bagian atas luar pastry yang telah digulung dengan kuning telur, taburkan keju dan meses di atasnya. Selesai, masukkan oven dan panggang sampai matang. Tapi sayang euy, kebanyakan kejunya meleleh keluar, mungkin ini karena saya pake melted cheese, makanya kejunya tumpeh-tumpeehh..
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

About Me

Travel, Architecture, Korea, Guitar
Hit me a message on

db.guitar.arch@gmail.com

Contact me

Nama

Email *

Pesan *

POPULAR POSTS

  • CNBLUE album
  • Gyoza
  • My Bad Luck Experience in the End of Taiwan Trip
  • Kost dekat Universitas Bengkulu (UNIB)
  • Belajar Korea

Label

korea jalan-jalan liburan entertainment arsitektur AkuDanKorea KeKoreaAja Badminton Music Makan chord guitar Film Jepang Temen other Taiwan sahabat korea promotion Malaysia Singapore HongKong Lombok palembang game Bali
Diberdayakan oleh Blogger
Punyakubae

Total Tayangan Halaman

Translate

Follow

Designed by OddThemes | Distributed by Blogspot