PUNYAKUBAE

  • PUNYAKUBAE |
  • Tag
    • Travel Stories
    • Promotional
    • Entertainment
    • Food Experience
  • History
    • 2025
    • 2024
    • 2023
    • 2021
    • 2020
    • 2019
    • 2018
    • 2017
    • 2016
    • 2015
    • 2014
    • 2013
    • 2012
    • 2011
    • 2010
    • 2009
    • 2008
    • empty
      • empty1
      • empty2
Day 1

Memanfaatkan sisa usia muda untuk melihat dunia.
So fascinating
Itu menjadi moto saya buat ikut liburan temen-temen kuliah (S1) saya kali ini. Sebenernya anggota (yang akhirnya dinamakan 'cabe-cabean' dalam group chat) nya rame, tapi karena sudah mulai dengan kesibukan masing-masing, akhirnya cuma bertiga aja yang ikut. Awalnya mau nemenin temen (yang sedang liburan) yang nemenin mamanya tugas kerja ke bali dan lombok. Wah, mau dong ke tempat yang terkenal itu, apalagi sebeumnya belum pernah ke situ. Langsung iya aja. Ga peduli sama waktu yang sehari setelah hari raya kurban, dana, dan jumlah orang yang ikut, pokoknya PERGI! (*padahal akhirnya bingung juga kehabisan duit.)

Husein sastranegara dan tangkuban perahu
Pagi-pagi, siap-siap bekal makanan. Hemat beeebb..  buat dimakan di bandara pas nunggu teman nanti. Eh tapi ternyata pesawat saya delay 1,5 jam, jadinya dimakan di Husein karena keburu laper. Oh iya, dari rumah ke bandara GUE BISA cuma naik ANGKOT aja (*BANGGA ma meeeen...!). bisa hemat duit lagi beeebb... perjalanan sekitar satu jam dari rumah menuju Husein Sastranegara dengan angkot Cicaheum-Ciroyom seharga Rp 7.000 (lumayan ngurangin satu 'nol' kalo naek taksi). Tinggal bilang aja ke sopir angkotnya, "pak kalo mau ke bandara turun di mana ya?" pas nyampe sekitaran IP. Ya udah, langsung aja bapaknya bilang, "nanti neng diturunin di halte aja, biar jalan kakinya deket". Emang deket bro, apalagi gue terbiasa jalan kaki dari rumah ke angkot (+600m).

okeh, singkat cerita gue udah di atas pesawat (sayangnya lupa minta duduk di deket jendela pas check-in. jadi aja ditaruh duduk di tengah) dan siap mendarat. Memang ya, Bali itu memanjakan wisatawan karena lokasi bandaranya yang dekat laut, dan runway-nya menjorok ke laut, seolah berkata "Selamat datang di Bali yang merupakan pulau wisata yang terkenal dengan pantai/laut nya". Terharu berbiii~~

Turun dari pesawat, ngidupin hp, ternyata satu temen cabe udah sampe dan nunggu di musholla. Selesai sholat, satu temen cabe beserta mamanya juga mengabarkan bahwa sudah mendarat. Selesai urusan bagasi, langsung deh mamanya cabe yang baik hati bagaiakan ibu peri ke salah satu retail di bandara yang menyediakan jasa rental mobil(avanza)+sopir+bbm untuk 6 jam seharga + Rp500.000.
Wisnu dan tiga cabe
Cus langsung ke tempat pertama, Garuda Wisnu Kencana (harga tiket masuk Rp 60.000). Sejujurnya, saya sih ga terlalu excited buat ngelihat patung gitu aja. Sempet baca (di internet mungkin) bahwa Wisnu itu adalah pengendara Garuda. Di sana juga baca legenda bahwa Garuda itu sebenernya adalah jelmaan / orang yang dikutuk menjadi burung karena dia membela ibunya yang tidak bersalah (mungkin seperti itu ceritanya, karena saya bacanya buru-buru). Sempet ada pertunjukan singkat berupa tarian pas kami di sana sore-sore.
Wisnu adalah pengendara garuda. Garuda adalah seorang anak yang dikutuk menjadi burung demi membela ibunya


Selesai dari sana, awalnya kita mau ke Pantai Suluban, salah satu tempat yang saya rekomendasikan karena kakak saya bilang bagus. Tapi sayang ga sempat. Akhirnya cuma ke Uluwatu, tempat lain yang saya usulkan buat ngelihat Tari Kecak dan keindahan laut di pulau bali dari atas tebing. Biaya masuk tempat wisata di uluwatu ini Rp 20.000, dan pertunjukan tari kecaknya Rp 100.000. Denger-denger dari internet, katanya di sini banyak monyet yang suka ngambil barang wisatawan. Tapi mungkin karena pada hari itu pengunjungnya ruaaaammmmeeeeee banget, ga ada monyet yang gue jumpai. Karena hari sudah mulai sore, matahari mendekati horison
Our first wefie before the show begin
(*halah..), pak supir yang baik hati buru-buru nganterin kami langsung ke lokasi pentas tari kecak, berupa amphitheater dengan background laut, pure, dan matahari terbenam. Untungnya kami dapet tempat duduk dengan view yang pas (walau harus mengorbakan waktu buat menikmati keindahan pure uluwatu dan foto-foto narsis dari atas tebing). Sesaat kemudian, pentas tari kecak pun dimulai. Agak tidak sekhidmat tarian yang saya saksikan di Trowulan sih, tapi yah, cukup taulah ya begitu tari kecak. Kalo ditanya orang, bisa jawab "udah pernah nonton". Yang paling seru, ya si Hanoman (bener ga ya?) yang lincah berinteraksi dengan penonton. Ini yang saya suka dari pertunjukan seni, harus ada interaksi dengan penonton, supaya suasananya hidup. Malah ada bule yang dikasih topeng, trus dia nari-nari kegirangan di tengah amphitheater, sampe di giring sama petugas untuk melipir. hehehe...
Our nice view spot - The show started when the sun about to set
Beautiful scene of sunset in Bali - The show still continue although the dark already comes
The spectators was so crowded that day
Selesai pertunjukan yang berlangsung sekitar 1 jam, hari sudah gelap, sudah malem, langsung menuju Hotel Oasis yang berada di Kuta (harga 1 malam Rp 350.000 /room tanpa breakfast). Cuma check-in dan naroh tas di resepsionis aja. Langsung lanjut ke Beachwalk (entah apa yang dicari mamanya cabe ibu peri yang baik hati). Kalo dilihat sih, ini kayanya mall hits di Kuta. Dari desainnya (ceileh..), sampai tenant-nya. Selesai keperluan mamanya cabe, lanjut cari tempat makan. Karena jalan di kuta ini satu arah, kita muter cukup jauh (ini pe-er buat yang nyetir). Kita makan di tempat..... ah, lupa, pokoknya tempat yang di pinggir jalan pantai kuta itu lah. Pilih menu set seharga Rp 350.000 yang berisikan nasi, ikan, kerang, sayur, ayam, dan sate yang banyak. Cukup
Mission, clear!
untuk 4 orang dengan kapasitas perut yang besar ini. hehe...

Selesai makan, kita mau pulang ke hotel, tapi biar lebih asik, kita pilih jalan kaki, sekalian nurunin makanan di perut. Saya sih, memang lebih prefer buat jalan kaki, biar bisa merasakan feel of Kuta space (*apolah sok nian...). Kita ngelewatin Hardrock Cafe dan Hotel, terus lewat Kuta Square yang rame deretan pertokoan dan bar, dan bule pastinya. Asyik deh suasananya rame. Pantesan aja orang bilang kalo di bali / kute, kaya' di luar negeri. Oh ya, saya sempet nanya sama temen saya yang udah ketiga kalinya ke bali, dimana lokasi persisnya bom bali yang menghebohkan dunia itu. Katanya sih ya salah satu dari tiga bom itu, di kuta square ini, tapi di bar yang mana pusatnya, ga tau.

Entah saya juga ga tau apa yang bikin Hard Rock ini terkenal banget
 Karena banyak yang foto, ikutan foto juga deh..
Ga jauh jalan, langsung sampe hotel. Istirahat, Tidur.
cuma mau share resep ngasal yang biasa saya buat, dengan bahan seadanya yang ada di rumah.

Bawang putih, bawang bombay, daun bawang, daun seledri sebagai bumbu. Trus wortel, kol, tahu, sawi, bakso, sosis, dan telur. Yah, ga harus semuanya sih, yang mana yang ada di rumah kalian aja.
Adonannya biasa, terigu yang dicampur sagu, air, garam, lada, dan sedikit gula.
nah, bahan yang satu ini yang bikin agak beda, kentang yang sudah diiris tipis dan lebar. kaya' buat potato chips gitu.
Jadi pertama-tama, letakkan irisan kentang di wajan yang sudah diberi sedikit minyak. Kentangnya disusun sedikit menumpuk satu dan lainnya. Taburi sedikit garam dan lada di atas kentang yang sudah tersusun di atas wajan. Tunggu sebentar sampe kentang kira-ira setengah  matang.
Sambil nunggu, bikin bakwannya. Campur semua bahan, aduk-aduk jadi satu. Bahan adonannya jangan terlalu banyak. Jadi jangan sampe sayuranya terendam adonan terigunya. Biarkan adonan terigunya sedikit aja.
Sebelum memasak, pecahkan telur dan aduk sedikit aja di adonan. Lalu tuangkan ke wajan yang sudah ada kentangnya. Sebar adonan merata di seluruh wajan. Tunggu hingga adonan mulai menyatu, lalu balik dengan menggoyang-goyang wajan dan melemparkan bakwan pizza nya ke udara yang kemudian adonannya terbalik otomatis (Ini bagian paling seru!). Masak hingga matang dengan api kecil-sedang hinga berwarna kecokelatan dan kentangnya crisp. Terakhir (optional) sebelum disajikan di piring saji, bisa kasih saus sambal, saus tomat, mayonaise, dan keju leleh diatasnya, jadi beneran kaya' pizza gitu...
Keunggulan masakan ini adalah, ga perlu minyak banyak kaya' goreng bakwan pada umumnya. Trus juga ga perlu capek-capek bikin satu-satu kecil-kecil. Masukin semua adonan ke dalam wajan, tinggal tunggu. Emang agak lama sih, tapi kan bisa ditinggal nyuci piring, nyuci baju, nyapu. abis capek, makan deh.
"Strangely, they keep the air-con temperature low while blanket over them." ujar sensei yang kebingungan sekaligus takjub.
Yaah... memang sih ya, ini masalah budaya yang berbeda.
Tapi kadang juga saya merasa yang kaya' gini tuh emang sifatnya manusia (walopun ga keseluruhan). hasil pengamatan saya (yang asal ini), orang yang terbiasa tinggal di tempat yang dingin (secara alami) akan sangat menikmati kondisi hangat. Sedangkan orang yang tidak terbiasa tinggal di tempat dingin akan mengeluh bila berada di kondisi hangat (walaupun sebenarnya mereka masih bisa dan terbiasa menangani ketidaknyamanannya). Begitupun sebaliknya. orang yang terbiasa tinggal di tempat hangat akan sangat menikmati dan menanti saat-saat dingin, bahkan membuat suasana menjadi dingin. Sedangkan orang yang terbiasa tinggal di tempat dingin, justru menghalang-halangi dingin mencapai mereka. Contohnya, tante saya yang suka bilang, "enak ya debby di atas (kamar saya) hanget, ga dingin". padahal sebenernya saya tidak menikmati kehangatan ini. Atau saat di angkot, saya suka aneh kenapa mereka hobby bangeet nutup jendela. klo pagi sih emang iya dingin. nah ini siang dan sore, engap di dalem angkot. ckck...
Masih karena Hyukoh effect, memang ini lagunya Stevie Wonder, dan hampir semua orang tau (pernah denger) sama lagu ini. Tapi saya dulu juga ga terlalu ngeh, baru setelah dinyanyikan oleh Oh Hyuk, jadi pay attention more to this song to sing with my guitar.

Dapet chord di mbah google, tapi kok agak gak nyambung sama gitar saya.
Nyari tutorial di youtube, dapetnya yang agak susah (bar di fret tinggi). Akhirnya dari tutorial tsb, catet aja chordnya, trus pake chord standard. tadaaaaaa... bisa deh.

nih, saya lampirin gambar chord nya. ada beberapa yang agak susah sih kalo ga biasa. Tapi yakin deh, dengan latihan yang rajin akan terbiasa.!


C#m7         F#9
Isn't she lovely
Isn't she pretty 
Isn't she lovely
        
B11         E
Isn't she wonderful
Truly the angel's best 
Life and love are the same


C#m7         F#9
Isn't she precious
Boy, I'm so happy 
Life is Aisha 

B11         E
Less than one minute old
We have been heaven blessed 
The meaning of her name
 
A7         G#7
I never thought through love we'd be
I can't believe what God has done 
Londie, it could have not been done
 
C#m7         F#9
Making one as lovely as she
Through us he's given life to one 
Without you who conceived the one
 
B11         E
But isn't she lovely made from love
But isn't she lovely made from love 
That's so very lovely made from love

Lagi ketagihan sama Hyukoh nih guys.
Apalagi penyebabnya kalo bukan Infinity Challange. Padahal awalnya mau nonton bigbang, eh, malah nyasar nge-fans Hyukoh. gapapa lah ya, toh nyasarnya juga bukan ke jalan yang sesat.
Lagu pertama yang saya kenal adalah Gondry ini. Lagu ini jug yang nge-bawa saya untuk kenal ke lagu-lagu Hyukoh yang lain. Waktu itu lihat video Oh Hyuk duet sama IU. kok tenang ya lagunya. Liat-liat komen, ternyata ini lagu nya si cowo (Oh yuk, Hyukoh). lah malah  ketagihan dengerinnya. hehe..



Here's the chord.

A Am7 A7 D

just repeat it whole song (*makin jelek ya inggris gue..)



Hyukoh – Gondry 

새벽 그림자 사이에   뜀박질 하는 불빛은   모닥불 같아
선선한 아침의 노을   저기 아래는 우리의 보금자리야
지금의 침묵은 기회일까   내 기댈까   또 그냥 나만의 생각일까
가만히 앉아 있어야 하나   나서볼까    괜히 또 나서는 건 아닐까

반쯤 뜬 태양 위에다   다릴 포개고 앉아서   그냥 가만히 있자
따뜻한 이불 속같이   햇살이 우릴 덮으면   녹아버릴 거야
한밤만 자고 일어나면    금방 돌아올 거야
우리의 어린 밤을   지켜줬던 그 빛일 거야   또 보러 가자

Reff:

Sitting on the sunshine   sunshine is over me   she gets over me
make us feel alive   sunshine is over me   she gets over me
She will love   all the above   past and present   fast forward
who will define   whatever they say   we stay the same   eh eh eh eh eh

어제도 오늘도 내일도   우리는 앞으로 이렇듯 이렇게

(back to reff)


lyrics from http://klyrics.net/hyukoh-gondry-lyrics-hangul-romanization/

akhirnya setelah 4 bulan, nyeket lagi...
rombongan BSW mengadakan sketch ke kota tua Jakarta. Kebetulan banget, pas hari jumatnya emang udah direncanain mau pulang ke jakarta.Tapi saya ga ikutan rombongan banget sik.
Jam 10 lewat sampe kota tua. Bingung, ga ada  yang kenal. Setelah beberapa orang mengambil spot dan mula sketch, baru deh eike juga ngeluarin buku gambar dan pensil. Mulailah menggambar apalagi kalau bukan museum fatahilah, dibawah terik matahari panas menyengat kota jakarta, ditemani kepala badut yang ditarok mamang badut di sebelah tempat duduk saya. (-_-)
Sayang ga bisa lama-lama ikutan acaranya, karena ke sini bareng keluarga (kebetulan ada keluarga yang dateng dari palembang, jadi ceritanya ngajak wisatawan jalan-jalan gitu), dan mereka mau udahan di kota tua, mau pindah ke monas. Ya udah deh, karena ga ada temen di sini, dan abang sibuk banget ngajak buat ikuan, akhirnya ikut juga pindah ke monas.
Lumayan lama nih nungguin abang yang nge-guide wisatawan keluarga ini. Gambar yang laen aja..
Bonusnya, teman sketch di monas. Karena bosen nunggu, bapakke bilang "cubo sket aku.."
Entah kenapa tiba-tiba di dalem travel sambil chat sama temen kepikiran kalimat diatas. mungkin karena waktu itu ikutan kuis buat kasih pendapat tentang korea, tapi karena emang saya yang telmi, jadinya ga tau harus jawab apa. Baru sekarang kepikiran lagi. Baiklah mari kita mulai...


Korea, pertama kali kenal lewat dramanya yang diputer d tv sore-sore. lumayan jadi bahan obrolan sama temen-temen sekolah.

Korea, bahasa asing lain yang saya pelajari kemudian setelah mengenal teman yang terkenal freak sama korea *tapi sekarang udah eggak lagi kayanya. Dulu sih iseng aja belajar, belom tau buat apa belajar bahasa korea. Entah kenapa sepertinya saya memiliki ketertarikan belajar huruf-huruf yang tidak biasa saya jumpai.

Korea, yang mengenalkan saya dengan bisnis jualan baju sablon *tapi sekarang udah enggak lagi. lumayan sih, mungkin ada 20pcs yang terjual hingga bali dan kalimantan.

Nah, pada waktu inilah saya mulai masuk ke fans nya korea lebih dalam.

Korea, sebagai fasilitator saya mengenal teknik bermain gitar finger style. Awalnya iseng nyari ost k-drama, eh malah masuk ke channelnya Sungha Jung. Tapi sekarang masih belum lihai juga sih maen gitarnya. hehe.

Korea, makanannya yang bikin saya rajin eksperimen di dapur. setiap makanan korea yang terlihat lezat di laptop, langsung saya juga pengen nyoba. Mulai dari kimchi, teokbokki, miyeok guk, dkk, saya coba buat dengan keterbatasan bahan yang ada.

Korea, sekarang yang menemani waktu luang atau hanya sekedar pengalih perhatian saat sedang suntuk, dengan variety show dan k-drama nya. Dan akhirnya saya menggunakan hasil belajar korea saya di sini. Yah, lumayanlah yaaa..

yang terakhir,,,,
Korea, saat ini (*exactly pas ngetik postingan ini) yang saya dengarkan di dalam travel. Ya, banyak lagu korea mengisi playlist baik di hp maupun di laptop. Setia menemani saat lagi ngambar dan di dalem mobil. Bahkan sekarang sedang seneng banget sama Hyukoh (mungkin nanti saya akan buat postingan terpisah tentang hyukoh).

berikutnya...
Korea, nanti akan ada postingan saya tentang Korea. Well, sekitar 2 bulan lagi. Pasti, Insyallah. Stay tuned!
to be continue..
terkait pemberitaan di bawah ini...
http://www.merdeka.com/peristiwa/kakek-winnie-the-pooh-di-sidoarjo-punya-7-istri-dan-rumah-mewah.html
 Buat temen-temen yang merasa dirugikan, kita harus bisa ambil pelajaran dan hikmahnya..
1. kalo kita ngasih kan, namanya sedekah. ya harus ikhlas. no matter what, mau gimana cara dia pake materi yang kita kasih, kita berdoa aja semoga bermanfaat untuk kebakian dia. toh,memang ini kan tujuan awal kita. setelahnya dan selebihnya, itu hak mereka.
2. kalo ternyata kita merasa ditipu, materi yang kita kasih ternyata tidak digunakan untuk kebikan, inget, saya dulu pernah baca bahwa kita kalo mau sedekah, lebih baik kepada orang yang kita kenal, supaya tepat sasaran. Lagian, itu juga guananya habluminannas (sotoy nih gue..). Mulai lihat sekitar, keluaga (om, tante, adek sepupu, kakek, nenek yang hubungan kekerabatannya agak jauh misalnya kalo ga ada yang dekat), atau tetangga, kalo di sekitar tempat tinggal kita memang masih banyak yang tidak seberuntung kita. Kita lebih tahu, dan lebih yakin kalo apa yang kita kasih, emang bener-bener mereka butuh buat kebaikan.
Postingan ini tidak menyarankan kepada kalian untuk jadi pelit. Tapi untuk mengingatkan kalo kalian ga boleh nyesel atas apa yang telah kalian sendiri lakukan (dalam hal ini adalah bersedekah). inget... harus Ikhlas.
Mari saling mengingatkan dan bersama-sama kita belajar ikhlas...
"karena sesungguhnya dunia ini adalah tempat kita belajar ikhlas."
Pada tanggal 1, 2, dan 3 mei lalu, saya mengikuti event yang baru pertama kali saya ikuti, walaupun udah lama denger tentang event ini, tapi baru ini ada kesempatan dan waktu luang buat ikutan. Bandung Sketchwalk adalah acara jalan-jalan sambil sketsa /atau/ sketsa sambil jalan-jalan. Lebih dan kurang begitulah pemahaman saya.Sebenernya tujuan saya mengikuti event ini adalah untuk menumbuhkan kembali kecintaan saya terhadap menggambar. Sebenernya, dulu waktu sma saya suka coret-coret kertas. Tapi, pas kuliah, ngerasa bosen, males, dan eneg banget nge-gambar. Baru setahun belakangan kembali mencoba hobby nge-gambar lagi, karena temen-temen yang sekarang sepertinya hampir hobi gambar semua. Tapi, selama ini saya cuma ngegambar objek dari foto. belum pernah gambar objek yang langsung dilihat mata. So, it will be my new experience (again). Jadinya, nekat deh ikut acaranya sendiri, ga pake bareng temen-temen lain yang makin lama makin jarang ngumpul. hiks..

Tanggal 1 mei disore hari merupakan acara pembukaan yang dihadiri oleh pak emil sebagai bintang tamu. Sebelum ke acara, sempetin beli buku sketsa (20lbr) buat besok. Tapi untuk alat gambarnya, saya cuma pake pensil mekanik aja lah ah.

Tanggal 2 mei, pagi, acara pun dimulai. Sempet bingung sih ini acara nge-gambar-nya gimana. Jadi ikut-ikutan orang aja. begitu keluar dari gedung yang jadi meeting point, beberapa orang mulai bersiap untuk beraksi. Tapi, karena semalem saya sudah merencanakan spot-spot yang jadi inceran utama syaa, langsung aja deh menuju ke jalan asia afrika. Bener aja, kayanya saya peserta pertama yang ambil spot di simpang Jl. Braga - Jl. Asia Afrika.
Udah dari lama, dulu-dulu, ngerasa gedung (?) berhasil menarik perhatian saya, karena saya merasa sungguh eksotis. begitu duduk di bola-bola beton, sempet bingung sih mau gambarnya gimana. Akhirnya nekat coret-coret aja. Hampir dua jam, menahan kesabaran mencoret-coret kertas, padahal udah bosen. Hasilnya, yah biasalah coretan tangan saya yang kasar dan buru-buru ini, ga begitu bagus. Selesai gambar, ngelihat belakang saya udah  banyak aja orang yang ngegambar. Duh, maafkeun yang gambar di belakang saya, view nya jadi kehalangan badan saya
Lanjut jalan ke arah sungai cikapudung. Pas lagi jalan, ngeliat gedung di sisi kanan (besoknya baru tau kalo ini gedung merdeka. bego.), kok kaya'nya gedung ini bagus kalo saya bisa nge-sketch berdasarkan bayangannya dan perspektif satu titik. Langsung deh pasang pose di bawah tiang lampu buat senderan. Hampir satu jam nge-gambar, sambil beberapa kali orang yang lalu-lalang ngeliat gambaran saya. ih jadi malu ih~. bahkan panitia fotografer juga sempet foto. uwouw..
 
Berikutnya, capek berdiri, duduk deh di kursi. tadinya mau gambar tanaman dan pot. tapi kok kayanya ribet. celingak-celinguk kanan-kiri, diputuskan untuk gambar menara masjid raya. Tapi ga tahan berapa lama, mulai bosen lagi.
Lanjut celingka-celinguk, baru keinget kalo punya rencana buat gambar streetscape. Terpilihlah lampu jalan yang tak jauh dari tempat duduk saya sebagai objek gambar berikutnya. Awalnya mau gambar sedikit aja, eh, tapi malah keterusan gambar hampir seluruh bagian lampunya. Nge-gambarnya berusaha menahan kesabaran, ga kaya' gambar sebelumnya karena mau hasilnya cantik secantik objek aslinya. Waktu nge-gambar juga banyak yang lihatin, apalagi anak-anak. cuma bisa membalas dengan senyuman, sambil nutup-nutupin gambar. hehe..
Saat goresan pensil hampir sampe ke tepi kertas, terdengarlah suara adzan dzuhur. Buru deh ke masjid buat sholat di masjid raya  bandung. yah, ga sempet sketsa masjid deh jadinya. Habis sholat cari makan. trus balik ke meeting point buat nge-cap gambar.

Karena ketidak-telitian saya, saya jadinya keduluan jalan ke daerah cikapundung. Kirain sesi berikutnya jam 1, eh ternyata pas besoknya saya baru nyadar kalo sesi ke dua tuh baru mulai jam 2. gubrak.. pantesan aja pas nge-gambar di cikapundung kok sepi dari anggota sketchers yang lain.
Objek inceran berikutnya, apalagi kalo bukan sungai cikapundung. Namun sayang, saya makin bingung mau gambarnya gimana. Mana panas lagi. waktu nge-gambar sempet ditemenin sama adek-adek warga setempat. Mereka malah minta gambarin diri mereka. Aku bilang aja lama, ini aja aku gambar sungai sudah 1 jam masih belum selesai. Hingga akhirnya menyerah karena ga tahan sama matahari.
Lanjut jalan, mau nyari kopi aroma. Keluar dari gang cikapundung, udah kecium aroma kopi. Tapi, ga ketemu bangunan yang ada tulisan 'kopi' nya. Akhirnya jalan terus ke arah pasar baru.
Pas lagi jalan, ngelihat bangunan di seberang jalan yang eksotis karena terlihat tua dan kurang terawat. Langsung cari spot gambar. tak sengaja, ngelihat jembatan penyebrangan. Ngerasa kalo orang Indonesia males naik jembatam penyebrangan, saya pun duduk di tangga penyebrangan buat sketsa bangunan eksotis tadi. pas lagi nge-gambar sempet ketemu rombongan skether yang bareng pak Thamrin. Bapaknya sampe bilang, "wah lagi gambar apa? wah bagus". lho, jadi ga enak, apalagi dibilang bagus (entah itu pujian atau hanya sekedar motvasi). skether yang lain yang ternyata dari luar pun ikutan menyapa, "wah you're already here". cuma bisa balas dengan..... senyum. Mungkin lebih dari satu jam nge gambar ditemani dengan bau busuk. Masker pun ga mempan menghalau bau yang tertiup angin. akhirnya nyerah deh...
Lanjut jalan ke arah belakang pasar baru. Bingung euy mau gambar apa. lebih bingung lagi mau gambarnya gimana. akhirnya diputuskan buat jalan-jalan liat-liat aja. Tapi karena hari terasa makin panas, akhirnya saya memutuskan untuk minum es dulu di depan pasar baru. sempet mikir, ini kayanya wisata sketsa beralih menjadi wisata kuliner. ckckck..
Setelah lega minum, rencananya mau balik ke jalan braga. pas di jalan, ngelihat beberapa sketcher berkumpul mengambar beberapa obek. pas saya lihat, oooohhh.... ini toh ternyata kopi aromanya. Yah sambil nunggu hujan yang mulai turun, saya kembali membuka buku sketsa buat gambar bangunan Kopi Aroma dari depan bengkel. namun sayang, waktu lagi asyik gambar, hujan deras terbawa angin menyerbu kertas kerja saya. refleks, ngelap kertas tersebut pake baju. Oh God, gue lupa, bener aja, begitu dilihat lagi, kertasnya jadi kotor karena pensilnya ke gores sana-sini di lap tadi. (-_-").
Selesai gambar dan hujan mulai reda, balik lah ke meeting point. Waktu nge-cap gambar, sempet lihat hasil karya orang yang yahut-yahut. ngeliat gambar yang saya merasa detail, nih orang sabar banget gambarnya. bahkan saya sempet ditawarin foto dengan karyanya. aduh mbak teteh, saya mah ap atuh~. gambarnya masih acak-adut.
Selesai liat-liat dan cap gambar, rasanya capek dan ga kuat lagi. Jadinya saya putuskan untuk pulang dan tutup saja hari pertama sampai di sini. inget, besok masih ada waktu kok. ;)

Tanggal 3 mei, agak telat pergi, karena masih ngerasa capek kemaren. Pas di angkot, nge-liat-liat, ternyata udah ada orang di beberapa spot. Langsung aja deh saya ke spot yang saya tuju, ga mampir ke meeting point dulu. kan ga enak nanti saya baru dateng, yang lain udah pada keluar, ngelawan arus, ketauan banget telatnya.
Untuk hari kedua ini, objek utama yang akan saya gambar adalah Gereja Katedral. Entah mengapa, saya ngerasa bangunan gereja ini bagus. seru. Tapi seperti biasa, setelah duduk dan pensil siap di tangan, bingung harus mulai dari mana. Tarik nafas... tenang.... pikir pelan-pelan bagian mana yang membuat saya tertarik. Akhirnya saya putuskan untuk menggambar menara. untuk hari kedua ini, saya juga memutuskan untuk menggambar dengan tenang dan sabar. tidak seperti hari sebelumnya yang terkesan bebas lepas. maunya gambarnya rapi, lucu, dan cantik. Lebih dari satu jam gambar, akhirnya saya nyataan cukup.
Objek berikutnya, ga jauh dari gereja katedral, menara tanda kerjasama Bandung Indonesia dengan Suwon Korea. yup, beberapa bulan lalu, pertama kali menyadari menara ini. Jadinya saya masukkan sebagai target gambar saya untuk hari kedua. Karena objeknya ga terlalu gede dan ribet, mungkin kurang dari 1 jam.
Lanjut jalan ke balai kota. apalagi kalo bukan gambar kantor walikota. Beberapa sketcher sudah ambil spot di dekat tiang bendera yang selurusan dengan gedung. Saya pun ikutan duduk deket tiang bendera. Lumayan lama gambarnya, sampe adzan zuhur memanggil.
Balai kota ini rame sama muda-mudi yang sedang menyalurkan hobi. ada yang parkeur (?), dance, tereak-tereak, baris-baris, syuting, atau cuma kumpul-kumpul sama temen dan keluarga. Karena kemaren saya bingung cari makan, tadi pagi sempet beli nasi kuning buat makan siang. Makan lah di taman balai kota deet patung ikan.
Selesai makan, lanjut jalan ke masjid buat sholat. Sampe di masjid, hujan gede. yaudah deh istirahat dulu di mesjid. eh, ternyata ketemu temen. Jadinya, setelah hujan reda, kita memutuskan unutk lanjut jalan buat nge-gambar. Tapi teteup, gambarnya  jadinya misah-misah ga bareng. Ini nih mungkin salah satu alasan saya ga nyari temen bareng di acara ini, biar bisa bebas kemana-mana milih objek. Dua temen memutuskan untuk gambar gereja. Saya dan seorang temen lagi memutuskan untuk menggambar Bank Indonesia. Tapi tetup misah lagi, temen merasa view spot awal lebih enak buat gambar objek. tapi saya merasa ribet karena harus sambil payungan. jadinya saya pindah ke halte.
Untuk Bank Indonesia, saya menantang untuk menggambar detail ukiran kolom. Tapi, beuh, susah. jadinya gambar yang sabar sekitar 2 jam, kegedain gini. hahak..

Selesai gambar, saya dan teman memutuskan untuk menunggu di mall terdekat, sambil nunggu maghrib. Waktu jalan, masih banyak juga temen-temen sketcher lain yang masih asyik gambar. Selesai maghrib, balik ke meeting point. eh ternyata ada acara tukeran sketch. Ga tau. Selesai acara, saya memasukkan salah satu gambar saya, yah sebagai tanda keikutsertaan ajah.

Serunya event ini adalah, ga begitu awkward buat ngegambar langsung di ruang terbuka/publik. serasa seniman jalanan gitu. (ciyeee~). Ini karena banyak juga orang-orang, teman-teman sesama sketcher yang juga sedang melakukan hal yang sama (walaupun gambarannya ga sama bagusnya. hehe...). kalo dilihat dari hasil gambaran saya, sepertinya tujuan utama saya tercapai. makin lama  jgua gambarannya makiin rapih. Jadi ketagihan buat gambar. :D
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

About Me

Travel, Architecture, Korea, Guitar
Hit me a message on

db.guitar.arch@gmail.com

Contact me

Nama

Email *

Pesan *

POPULAR POSTS

  • CNBLUE album
  • Gyoza
  • My Bad Luck Experience in the End of Taiwan Trip
  • Kost dekat Universitas Bengkulu (UNIB)
  • Belajar Korea

Label

korea jalan-jalan liburan entertainment arsitektur AkuDanKorea KeKoreaAja Badminton Music Makan chord guitar Film Jepang Temen other Taiwan sahabat korea promotion Malaysia Singapore HongKong Lombok palembang game Bali
Diberdayakan oleh Blogger
Punyakubae

Total Tayangan Halaman

Translate

Follow

Designed by OddThemes | Distributed by Blogspot