PUNYAKUBAE

  • PUNYAKUBAE |
  • Tag
    • Travel Stories
    • Promotional
    • Entertainment
    • Food Experience
  • History
    • 2025
    • 2024
    • 2023
    • 2021
    • 2020
    • 2019
    • 2018
    • 2017
    • 2016
    • 2015
    • 2014
    • 2013
    • 2012
    • 2011
    • 2010
    • 2009
    • 2008
    • empty
      • empty1
      • empty2

Hari kedua


Perlu diketahui, waktu malaysia ini 1 jam lebih cepat dari waktu Indonesia bagian barat. Jadi, subuh adalah jam 6. Karena di rumah orang, saya pun bangun pagi (ga kepagian kaya' dirumah sendiri. hehe...), dan sholat subuh. sebelum sarapan, kita mandi dulu. Saat sarapan nasi lemak yang dibeli atuk di kios sebelah sana (saya ga tau sebelah mana. :p), dan dimakan dengan tangan (kebiasaan orang sini, makan pake tangan, ala nasi padang kalo kata si 'Amel carla'), atuk bilang, "ayok, abis makan ini, kita ke Putrajaya." dan saya pun berteriak dalam hhati, "Putrajaya?! yeeesss.... akhirnya saya ke putrajaya, tempat yang selalu ditunjukkan oleh dosen saya melalui layar lcd saat belajar tata kota. Saat menjelaskan tentang putrajaya, dosen tersebut selalu merasa seperti mengagumi kota yang baru dibangun/dibuat ini sebagai kota pemerintahan.". Dengan semangat dan antusias, saya pun bersiap-siap. Saya sudah sedikit banyak mengetahui tentang Putrajaya. Saya pun ikut membantu atuk dan om amin (menantu atuk yang ikut kita menemani atuk di bagian depan mobil) untuk menjelaskan apa itu Putra Jaya.

Sekitar satu jam perjalan, tibalah kami di putrajaya. Sempat bingung dan muter-muter, akhirnya tibalah kami di Masjid Putra. saya tahu masjid ini. beberapa bulan lalu, adek tingkat saya KKL ke Malaysia+Singapore. salah satu tujuan mereka adalah Putra Jaya. Jadi saya sudah tidak asing, karena pernah meilhat foto-foto masjid ini di fb orang yg ikut KKL.


Karena saya dan mama sudah mengenakan jilbab, kita dipersilahkan masuk ke dalam pekarangan masjid. Tapi, bi arfah dan tante atma disuruh pake jubah dulu untuk menutup aurat.

Karena masjidnya bagus, kitapun tak melewatkan kesempatan untuk foto-foto. di luar, maupun di dalam. puas foto di dalam, kita diajak paman ke bagian kanan masjid. Ternyata di sana view pemandangan nya ke arah jembatan (yang pernah saya lihat di slide nya dosen saya tadi), bangunan-bangunan, appartment, dan istana perdana menteri. Kita pun turun ke bawah, seperti plaza gitu, tempat yang lebih baik untuk foto dengan latar belakang jembatan, bangunan, dan istana perdana menteri tadi.

Puas foto, kita balik lagi ke mobil. eiits, tapi tak lupa untuk foto. wkwkwk....

Atuk bilang, di sebelah sana ada pasar. Tancap gas lah kita ke sana. Tapi, setelah memarkirkan kendaraan dan turun dari mobil, bukan pasar yang kita tuju, tapi kantor/pejabat perdana menteri. 
Bangunan/arsitekturnya yang bagus mengundang kami untuk jepret-jepret. Puas narsis, kita pun lanjut jalan ke pasar. Di sana saya beli tempelan/magnet kulkas/lemari es, dan gantungan kunci. Karena cuaca panas, haus pun datang. dan karena hari sudah siang, rasa lapar pun menyerang. Akhirnya kita beli minum, air es (saya beli es melon), dan satu beef burger. Mama yang dari tadi ternyata jalan ke sono, datang kembali ke tempat kami makan membawa sesuatu, "Ini na, aku nemu keropok lekor di sano". Sedikti di deskripsikan, menurut bi arfah keropok lekor ini mirip dengan otak-otak goreng, menurut saya sih mirip dengan pempek kulit bentuk lonjong. haha... walaubagaimana pun, intinya sama, keropok lekor ini sedapnyee~
saat kita asyik makan, atuk bilang, "jangan makan banyak-banyak. di rumah, nenek sudah nyiapin makan."

Setelah istirahat sejenak, kita naik ke mobil, lanjut perjalanan. entah kemana, kita sebagai tourist pasrah aja diajak kemana sama guide nya. hehe... Kita sempet mampir di Botanic Garden. Tapi di sana kita cuma lanjut makan siang dengan bekal yg sudah dibawa dari rumah. Karena kecape'an kita putuskan untuk tidak masuk ke dalam taman, dan langsung pulang aja.

Tapi sebelum pulang, atuk ngajak ke Nilai 3 dulu. ini adalah suatu tempat yang isinya pertokoan semua. Kita pun stop dan turun di daerah pertokoan untuk perlengkapan pernikahan. Setelah belanja sedikti, kita pulang. di sini kaya'nya banyak yang jual carpet. Tapi kita mikir, kalo beli carpet gimana mau bawa'nya. ntar mas-mas airasia sewot lagi, malesss... X(.

Nyampe rumah sudah sore. Kita pun akhirnya makan malam (sebelum maghrib), dan istirahat untuk besok.
Hari pertama


"kulur-kilir"? entahlah kata ini masuk ke dalam kamus bahasa Indonesia atau tidak. hmmmm... kaya'nya ini bahasa Palembang ya. hehe... kata "kulur-kilir" ini biasa saya pke dalam kehidupan sehari-hari yang sama artinya dengan kata "wara-wiri". Tp klo pke "wara-wiri", nanti sama dong dengan salah satu acara program di TV.
ok, cukup penjelasan tentang kata pada judulnya. klo dilanjutin lebih panjang, ntar jd pelajaran bahasa Indonesia.
Siap-siap mulai...............

Pada bulan februari, entah dari mana (saya lupa), saya mendapat kabar bahwa airasia akan mengadakan promo. Karena inget mama pernah bilang, "nanti kita ke malay lagi (tapi maksudnya yang 'lagi' itu si mama, sedangkan saya belum pernah sebelumnya), klo saudaranya tante atma itu nikahan. katanya sih bulan april 2012.". Selalu saya ingat kalimat itu, karena hasrat untuk liburan, apalagi ke luar negri, dan kebetulan saya belum pernah menginjakkan kaki di negeri upin-ipin itu. Setelah saya lihat-lihat web nya airasia, dan mencocokkan tanggal, dapatlah tiket PP PLM-KUL seharga 300an ribu rupiah. karena ada masalah di kartu kredit, akhirnya kita membeli ticket di counter-counter, dan kena charge sehingga harga tiketnya bengkak jadi 400an ribu rupiah. (TT__TT)..
Padahal sebenarnya saat memesan tiket ini, saya dalam masa-masanya TA. namun alhamdulillah..... sekarang sudah lulus. ga tau saya tamat ato tidak nantinya, yg penting saya udah pesen dan punya tiket untuk liburan. wkwkwk..

Pikul 10.00 WIB tanggal 27 April 2012, saya, mama, dan Bi Arfah (adeknya mama yg selalu ikut kita klo liburan ke luar negeri. baca juga ceritanya "Katro Ngelancong" di sini), sudah duduk manis menunggu di dalam bandara Sultan Mahmud Badaruddin II. Satu jam menunggu, sambil mengisi permit imigrasi itu, akhirnya datanglah tante atma beserta rombongan. Perlu di jelaskan sedikit, tante atma adalah teman mama sejak sekolah dan bekerja dulu. Saudara-saudara kakek nya tante atma ini lah yang merantau sampai negeri seberang. Untungnya kakek tante atma ini rajin cerita ke tante atma tentang saudara-saudaranya. Tante atma pun hapal siapa-siapa saja saudara-saudara kakek nya itu, dan yang mana kemana, diajak siapa mereka merantau itu. Pokoknya tante atma lah yang paling tau silsislah keluarganya. Jadi, kita liburan ke Malaysia ini tujuan nya mau ke acara nikahannya saudara tante atma. Padahal sih, sebenernya yah, mumpung gituuu.. mumpung ada acara, bisa sekalian liburan, jalan-jalan, dan tdk perlu susah memikirkan untuk tempat tinggal. wkwkwk...
Tante atma pun tidak sendirian. Bersama bibi  nya (saya manggilnya mbah), dan sepupunya, anak si bibi nya (yang saya panggil om.... nah lho, lupa namanya. padahal baru seminggu sejak berpisah di bandara kemaren... ?_?). Karena mau mengunjungi keluarga, kita pastilah membawa buah tangan (oleh-oleh). Karena Bi Arfah kebagian bikin pempek, mama bawa rendang, jadi tante atma dan rombongan membawa kue lapis dan kemplang/kerupuk berkantong-kantong.
Karena tiket kita udah di check-in, entah bagaimana caranya, kita pun tinggal naroh barang di bagasi. Tapi, karena mau berhemat, kita cuma beli 1 bagasi seberat 15 kilo. dan saat menimbang bagasi, mas-mas airasia ini bilang mau lihat bawa'an kita sebanyak apa. Aih, pelit nih airasia, masa' smpe barang yang kita bawa sendiri di kabin pun harus di perhitungkan juga. '1 orang hanya boleh membawa 2 tas. satu tasnya maksimal 7kg'. alasannya sih karena penumpang mereka kali ini banyak. dan setelah saling ngotot, akhirnya kita disarankan untuk menambah 1 bagasi lagi. dan satu orang membawa 3 tas. fuiiih... --,--"

Setelah lewat mas-mas airasia yang sewot itu, kita naik ke atas. Imigrasi untuk pesawat airasia belum buka. kita nunggu sebentar. setelah sholat dzuhur, kita pun langsung masuk imigrasi. lanjut ke ruang tunggu. tak lama kemudian, pintu menuju gangway (betul ga ini namanya? yang jalan untuk masuk ke pesawat, kaya' belalai itu lho...) dibuka. setelah antri tiket, kita masuk pesawat. agak sedikit lucu di dalam pesawat, karena saya tidak terbiasa dengan bahasa melayu. Memang sih, saya tinggal di sumatera, yang sepertinya tidak terlalu sulit untuk memahami bahasa melayu. Tapi kata 'tali keledar' entah mengapa terasa menggelitik.


Satu setengah jam perjalanan di udara. jadi inget kata temen yang pernah terbang dengan ariasia, katanya "pesawatnya terbang rendah, agak serem". dan memang pesawatnya terbang tidak terlalu tinggi. Saya masih bisa ngeliat, sekarang kita diatas daratan ato diatas lautan, dan diseberang sana adalah daratan. Setelah akhirnya menyebrangi lautan, tiba di daratan, pesawat pun belok-belok, miring-miring entah kemana. kemudian mendarat.
Tibalah kami di terminal LCC. Jalan dari turun pesawat hingga masuk terminalnya jauh. mungkin jauuuuuhhhh banget. mana jalannya di luar lagi, panas. setelah menges-menges jalan jauh sambil membawa tas  yang lumayan berat, tibalah kami di dalam terminal. Tapi ada sedikit masalah, kami kehilangan 1 tas yang tadi disarankan oleh mas-mas airasia yang sewot itu. padahal isi tas itu oleh-oleh, kue lapis dan kemplang/kerupuk. Setelah kita lapor, petugas airasia tersebut bilang kalo kemungkinan tas nya tertinggal di palembang. tuh kan, padahal tadi pesawatnya ga full lho penumpangnya, kursinya masih ada yang kosong. Daripada tasnya hilang/ketinggalan, mending tadi tas nya kita bawa aja ke kabin, dudukin tuh di kursi yg kosong.

Selesai mengurus tas yang hilang, kita keluar terminal dan bertemu bibi (yang saya panggil nenek) nya tante atma. Dari LCCT, kita ke rumahnya nenek tini ini di daerah banting, kanchong darat, selangor. perjalanan darat menggunakan mobil yang dikendarai atuk (pamannya tante atma, suami nya nenek tini) memakan waktu sekitar 1 jam.

Ternyata Malaysia panas juga yak. di sepanjang jalan, banyak sekali pohon/kebun sawit di pinggir jalan. Rumah nenek Tini ini bukan di kota yang ramai, tapi sudah agak di pinggir kota, di dareah kebun sawit. yah, kaya' di dusun lah klo orng palembang bilang. Rumahnya pun kebanyakan rumah panggung. kaya' upin-ipin itu lho. tapi rumah nenek tini sudah landed house.
Setelah makan malam, atuk bilang "istirahatlah, besok kita jalan".
woaaahh... semalem saya nonton nih movie, tapi ga bisa hilang gitu aja.. terus kepikiran. Hiroo~ (T_T)

Satu film romantis jepang yang beshasil membuat saya menitikkan air mata saat menontonnya.


Cerita tentang Mika, seorang siswi yang kalem, bertemu dengan Hiro, seorang siswa yang kelihatannya siswa nakal.
Handphone Mika yang tertinggal di perpustakaan ditemukan oleh Hiro. Hiro sekaku menelpon Mik, tetapi Mika tidak tahu kalo yang nelpon itu Hiro. Hingga akhirnya mereka janjian buat ketemuan. Hiro memberikan bunga kepada mika sambil memperkenalkan dirinya. Mika kaget, tidak menyangka, dan mungkin sedikit kecewa bahwa pria yang selalu menelponnya adalah Hiro. Dengan alasan bunga yang diberikan Hiro terlihat menyedihkan, Mika kemudian berlari meninggalkan Hiro. Sepulang dari sekolah, Mika melihat Hiro yang menanam kembali bunga tadi. Menyadari ada Mika yang melihatnya, Hiro bilang "bunganya aku beri pupuk yang baik". Kemudian Hiro membuat pelangi dari air siraman bunga tersebut. (laen kali saya akan mencoba membuktikan, apakah dengan air siraman/semprotan bunga bisa buat pelangi kaya' gitu ya? emang sih, pelangi kan terbentuk dari refleksi cahaya matahari sehabis hujan. hmm...). Hiro mengatakan kalo pelangi itu adalah hadiah untuk Mika. Mika pun merasa senang.
Mereka jadian. mereka menjadi pasangan yang bahagia. Hiro menyayangi Mika dan selalu melindunginya.
Tus Mika nya hamil. saat mika bilang ke hiro kalo dia hamil, Hiro langsung pergi. setelah 1 jam dari kepergian Hiro tadi, akhirnya mika memutuskan untuk pulang. (Tadinya saya pikir, sialan nih cowo', udah nge-hamil-in, eh malah lari). Ternyata sodara-sodara, saat Mika berjalan keluar, Hiro datang sambil membawa bingkisan dan bilang kalo dia pengen bayinya dibesarkan. (Oooh~ Hiro. so sweet).
Tapi ternyata, mantan nya Hiro tidak terima mereka jadian. suatu hari papan tulis setiap kelas di sekolah bertuliskan kata-kata yang tidak pantas yang menjelek2an Mika . (sejujurnya saya tidak tau apa yg ditulis krn bhs jepang. haha..). Kemudian dengan marahnya Hiro segera menghapus papan tulis setiap kelas. (aah~ disini Hiro juga keren. ^^b).
Pada malam natal, mereka jalan-jalan bareng. Hiro bilang tahun depan mereka akan disini bertiga. Mika bilang kalo sekarang mereka sudah bertiga (bersama anak di dalam kandungannya). Hiro memberikan hadiah, ternyata isinya adalah sarung tangan anak bayi, walau ia tidak tahu bayi tersebut lelaki atau perempuan. Tak lama kemudian Mika merasakan sakit diperutnya. Ternyata Mika telah kehilangan bayinya. Saat dirumah sakit, Hiro tidak menemni Mika. (lha, saya bingung, Hiro kemana? apa dia lari? kurang ajar. ckckck...). Saat akan pulang, eh, munculah hiro yang berlari tergesa-gesa. Ternyata tadi Hiro ke kuil untuk berdoa dan mendapatkan jimat. Tapi sayangnya, sambil menangis Mika memberitahukan bahwa bayinya telah Hilang. (Kasihan Mika.. T_T). Mereka pun memutuskan untuk datang ke tempat Hiro menanam bunga setiap tanggal 24 desember sebagai peringatan hari kematian anak mereka. Disitu juga Mika memberitahukan bahwa anak mereka adalah perempuan.

Pada musim semi, Hiro jarang datang ke sekolah. Mika juga sulit menghubunginya. Hingga akhirnya Hiro menyatakan ingin putus. Tentu saja hal yang tiba-tuba tersebut membuat Mika terkejut. Mika tidak bisa menerimanya, Mika tidak mau putus dengan Hiro. Tapi, keputusan Hiro tidak bisa diganggu gugat. Hiro bilang kelak dia tidak akan menghapus airmata Mika lagi, mereka sekarang adalah orang yang tidak mengenal satu sama lainnya. Walau begitu, Mika masih tidak bisa putus dari Hiro, Mika masih mencintainya.
Pada suatu hari, di koridor sekolah, Mika melihat Hiro berjalan berlawanan arah, mereka pun berpapasan. Namun, pandangan Hiro tetap lurus seperti tidak melihat Mika di depannya. (Rasanya, nyesss~ Hiro tega banget... -_-). Mika merasa sakit hati. Hingga akhirnya Ia memutuskan untuk menutup perasaanya, dan tidak mau menjalin hubungan lagi kalo putus hubungan sesakit itu.

Di kehidupan kampus Mika bertemu dengan pria hangat yang mau menerima masa lalu mika, dan mereka pun jadian.

24 desember 2 tahun berikutnya, Mika melihat Hiro di makam anak mereka. 1 tahun yg lalu Mika juga melihat sarung tangan anak bayi di makam anak mereka (yang menunjukkan klo Hiro datang). Saat bertemu, Mika bilang kepada Hiro bahwa ia tetap tidak bisa menerima keputusan Hiro untuk mengakhiri keputusan mereka. Hiro pun kemudian pergi.
Tahun berikutnya, saat datang ke makam anaknya, Mika melihat seorang pria sedang duduk di depan makam anaknya. Awalnya Mika mengira bahwa itu adalah Hiro, tapi ternyata bukan. Itu adalah temannya Hiro. Sama seperti saya, Mika juga heran kenapa temannya Hiro ada disitu. dan di makam anaknya tersebut ada sarung tangan anak bayi. Temannya Hiro berkata bahwa Hiro telah memberikan ia ratusan sarung tangan bayi untuk diletakkan di makam tersebut tahun ini dan tahun-tahun berikutnya, padahal temannya itu tidak akan hidup sebanyak sarung tangan yang diberikan Hiro kepadanya. Mika menanyakan dimana Hiro. Akhirnya temannya pun bilang bahwa hiro mungkin akan segera mati. Hiro terkena kanker sejak musim semi dua tahun lalu. (OOOHH TIDAAAKKK!!!).
Setelah satu jam terduduk di depan makam anaknya, Mika lari meninggalkan pacarnya barunya untuk bertemu dengan Hiro. Di rumah sakit, Hiro terkejut bahwa yang datang bukan temannya melainkan Mika. Hiro bilang bahwa Mika harus hidup bahagia dengan pacar barunya. Dengan begitu ia akan pergi dengan tenang. Tapi Mika malah bilang kalo Ia ingin Hiro lah yang memberikan kebahagiaan untuknya. Mika juga melihat bahwa Hiro masih mengenakan cincin yang mereka beli bersama.

Akhirnya Mika memutuskan untuk merawat Hiro. Saat Hiro pulang ke rumah. mereka pun bernostalgia. mereka ke tepi sungai, tempat favourite Hiro. Di sana, Mika bilang ia ingin menikahi Hiro. Mereka pun berperan seolah sepasang pengantin yang sedang mengikat janji. Hiro bilang bahwa ia ingin hidup bahagia bertiga. "tapi itu adalah mimpi. hanya mimpiku", kata hiro. Kemudain Hiro tidak bisa menahan rasa sedihnya, dan ia pun menangis. "aku tidak mau mati. masih banyak yang ingin aku lakukan". (aaahh~~ kata-kata hiro ini meluluhlantahkan hati saya. *bwahaha bahasanya*. saya pun ikut menangis). Dengan besar hati, Mika menenangkan Hiro. "tenanglah, kau tidak akan mati Hiro". (ooh~ Mika.. T_T).

Suatu hari saat Hiro kembali ke rumah sakit, Hiro tiba-tiba bertaya, "setelah orang meninggal dunia, mereka akan bagaimana?". Mika pun menjawab "tentu saja mereka akan ke surga". Namun Hiro malah berkata "dibandingkan ke surga, aku lebih inign menjadi langit. aku bisa melihatmu kebawah". Mika pun bercanda "kau mau jadi penguntit ya?". "Kelak saat melihat langit aku akan memikirkanmu. Saat langit cerah, berarti kau sdang senang. Saat langit mendung, berarti kau akan menangis. Dan saat senja artinya Hiro sedang malu. Dan saat malam adalah saat Hiro memeluku". Hiro pun berkata "Dulu, aku memberikanmu cincin murahan. Kelak aku akan memberikanmu bntang di langit". tak lama kemudian, datanglah suster untuk membawa Hiro check up. Hiro meminta mika untuk mencuci, eh salah mencetak, (haduuuh saya hidup di jaman apa, 'mencuci?' sekarangkan udah digital semua, foto-foto tidak ada yang dicuci lagi *kecuali yang hobi kamera jadul*, jadi tinggal dicetak aja. wkwkwk..). Tapi saat menerima kamera Hiro tersebut, Mika merasakan ada yang aneh. Sepulang dari studio foto, sambil membawa hasil foto Mika menerima telepon. Ternyata kakak Hiro menyuruh mika untuk segera ke rumah sakit karena Hiro dalam keadaan kritis. Mika bun berlari dengan tergesa-tergesa, hingga akhirnya ia jatuh. Foto yang barusa ia ambil tadi pun jatuh berhamburan di jalan. Ia melihat isi foto tersebut. semua nya adalah foto-foto Mika. Akhirnya mika menelpon Hiro. bukan cuma telepon, tapi 3G-an . (beuh, jaman canggih sekarang udah beda ya. sayangnya saya sekalipun belum pernah nyobain 3G-an. hehe.. *abaikan, tidak penting). Di layar ponsel, Mika memanggil-manggil Hiro yang sedang kritis. "Hiro kau adalah orang yang kuat. bukalah matamu". Perlahan, Hiro membuka matanya. Dengan susahnya Hiro memanggil-manggil Mika. "Mika.... tersenyumlah.....". Mika pun berusaha untuk tersenyum sambil menahan tangis. "Tunggulah aku, aku akan segera tiba", Mika memutuskan panggilannya. Hiro pun tersenyum.  Saat telepon mati, Hiro menitikan air matanya, kemudian menutup matanya untuk selamanya. (aaahh~ tidaaakkkk.... Hirooooo... jangan matiiii.... TTTT____TTTT).

Setelah acara pemakan selesai, Kakak mika memberikan sebuah buku. Keluarga Hiro meminta kepada kakak mika untuk menyerahkan buku Hiro tersebut kepada mika. Namun, mika tidak mau membukanya. ia tetap memeluk buku tersebut dengan eratnya.

Keesokan harinya, mika sedang berada di jembatan dekat sungai tempat favourite Hiro. sambil berkata bahwa Ia tidak mau berpisah dengna Hiro, Mika mencoba melompat ke atas pegar jembatan. Namun tiba-tiba 2 buah merati terbang dari bawah jembatan. Mika pun terkejut dan menghindar dari merpati tersebut, ia terjatuh ke jalan (untung bukan ke sungai). saat terjatuh, buku yang sedari tadi ia dekap di dadanya ikut terjatuh, dan terbukalah tiap lembarannya. Mika melihat bahwa isi buku yang ditulis Hiro tersebut semuanya adalah tentang Mika. "Mika.... mata Mika.... senyum Mika.... hari ini Mika kembali kepadaku....", dan dihalaman akhir, Hiro menggaambar seorang pria dan sorang wanita sedang menggandeng seorang anak kecil perempuan.
 


Aah~ ceritanya sungguh sesuatu banget. kenapa hiro harus mati???? tapi kalo hiro ga mati, ceritanya juga ga seru. saya ga bakal seharian mikirin "hiroooo kenapa harus mati? jangan mati dong... kan kasian mika sendirian". TTT__TTT
well, cukup panjang cerita saya, karena  dalam waktu kurang dari 24 jam, saya sudah 2 kali mengulang nonton film ini. aduuuh, terlalu menyedihkan kalo hiro harus mati. ga tegaaaa~
 
Hiroooo~~ yg damai ya di sana. *maaf, syndrom karena terlalu menghayati filmnya.
Selama 3 tahun terakhir, malam tahun baru saya habiskan dengan duduk d depan tv, menghadap meja, sambil memegang alat tulis. yak, atau dengan kata lain ngerjain tugas/gambar. Biasanya akhir tahun adalah akhir semster, jadi tugas-tugas besar menanti untuk diselesaikan untuk kemudian dikumpulkan di tahun depan.
Tapi untuk tahun ini, sedikit berbeda karena alhamdulilah saya sudah menjadi mahasiswa tingkat akhir (akhirnyaaaaa TA juga. fuih.).
Selama TA, saya memanfaatkan waktu saat matahari bersinar di langit untuk mengerjakan tugas/gambar. dan saat matahari berganti dengan bulan, adalah saat saya santai/istirahat. (cieee kata-kataku sok puitis. hehe...). Jadi, malam tahun baru ini saya cuma nge-net (biasaaaa...), nyari-nyari video-video baru, sambil nunggu orang-orang dirumah nyiapin buat bakar-bakaran, bahasa kerennya sih, barbaque-an. :D
Setelah tercium aroma pangang-panggang-an dari sebelah kamar, barulah saya keluar. ikut ngipas-ngipasin sate, lemang, jagung, dan pempek yang mengantri untuk diletakkan dan dibolak-balik diatas bara api (halllaaahhhh.. bahasanya..). Sambil ngipas-ngipas, comot satenya, comot lemangnya, comot jagungnya, comot pempeknya. hehe... sambil makan+ngipas-ngipas, ditemani oleh dentuman kembang api.
 
 
 
Setelah dirasa cukup kenyang, akhirnya om saya memutuskan untuk mengajak 2 anaknya yang masih berumur 10 dan 8  tahun untuk jalan-jalan naek motor. saya pun ikut, ga mau ketinggalan. kita "bompat" (bonceng empat) *ngarang*. Tapi barjalan dikit, ternyata ban motornya pecah. untung ada tampel ban yg deket. tapi yah karena ada orang lain yang lg nampel ban juga, terpaksa nunggu, ngantri. Sambil nunggu duduk-duduk di trotar jalan raya (Jl. Jend. Sudirman, Palembang). ngeliat kendaraan yang sliweran. klo malem taon baru gini, jam 11 kendaraan masih rame. coba klo hari biasa, udah ketakutan krn sepi.
Setelah lama menunggu, akhirnya selesailah penampalan ban motor. lanjut jalan lagi, ke arah pasar cinde, masuk ke Jl. Kol. Atmo. ternyata disana banyak pedagang petasan yang memajangkan barang dagangannya hampir di tengahh jalan. Sesekali kembang api tersebut mereka hidupkan. sejujurnya, di rumah, kami ga pernah men kembang api yang gede itu. paling yang kecil yang maennya sambil dipegang terus diayun-ayunin tangan kita. suka dibilang orang tua "buat apa kembang api, bakar duit." (-__-) *curcol*. Jadi, mungkin ini baru pertama kali saya liat kembang api di atas kepala saya (hahaha... ketauan ke-katro-an nya).
Dari jalan kol. atmo, kita belok ke arahh masjid agung. dan ternyata.... disana macet. akhirnya kami terjebak tak bisa bergerak ditengah keramaian kendaraan lainnya.
15 menit sebelum jam 12 teng, kembang api mulai seliweran di langit. bau asap (yah, bau bakaran petasan lah) tercium. abunya pun jatuh diatas helm, baju, dan celana ku. Kemudian saya mendengar beberapa kendaraan membunyikan klakson. awalnya sih saya kirain ada apa, apa ada kembang api yang meledak? eh ternyata tidak sudah jam 12 teng. kembang api pun mulai ramai berlomba-lomba menampakkan dirinya di langit. yang kecil sampe yang besar. yang biasa aja sampe yang "wah". karena ini pertama kalinya bagi saya, pergantian tahun di jalan, pusat kota, banyak orang, dan ngeliat kembang api yang banyak, maka saya tidak melewatkan untuk mengabadikan kembang api-kembang api tersebut. (sebenernya sih, om saya yang nyuruh "foto-in, Bi..")
 
(harap maklum ya klo gbr nya ga sempurna. soalnya pke camdi biasa yang disetting buat foto-in kembang api. tp tangan saya goyang mulu, ga bisa mantep kaya' tripod)

oke, mungkin sudah lebih dari 30 menit saya duduk diatas motor ini. pantat pun terasa sakit, karena saya duduk paling belakang, dekat besi yang ada di motor. mana duduknya ngengkeng, kaki pun mulai pegel. tapi mau gimana, ramenya kendaraan membuat motor kami sulit bergerak. setelah hampir 30 menit terjebak di ratusan kendaraan, akhirnya bisa juga merasakan angin segar (beneran angin lho, soalnya pas macet tadi ga kerasa angin, anget juga ada karena kebanyakan kembang api). di perjalan pulang pun, adek sepupu saya yang kecil itu sambil badannya oleng karena ngantuk. untung aja ga jatuh.
sampe rumah kita tepar... pegel.. ngantuk.

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

About Me

Travel, Architecture, Korea, Guitar
Hit me a message on

db.guitar.arch@gmail.com

Contact me

Nama

Email *

Pesan *

POPULAR POSTS

  • CNBLUE t-shirt
  • Voice of Murder - Korean movie
  • Liburan Kulur-Kilir
  • Suncheon Bay National Garden
  • You're Beautiful - Korean Drama

Label

korea jalan-jalan liburan entertainment arsitektur AkuDanKorea KeKoreaAja Badminton Music Makan chord guitar Film Jepang Temen other Taiwan sahabat korea promotion Malaysia Singapore HongKong Lombok palembang game Bali
Diberdayakan oleh Blogger
Punyakubae

Total Tayangan Halaman

Translate

Follow

Designed by OddThemes | Distributed by Blogspot