Jelajah Selatan Korea

Hari-2

Busan hotel
Busan viewHaendae view
Marianne hotel busan
Busan breakfast
My first breakfast at Marianne Hotel
Pagi itu, keluar pintu kamar kerasa banget dinginnya~ Gue pilih sarapan mie dengan kaldu doenjang (kedelai) dan kaya’nya pake rumput laut karena ada aroma laut-lautnya. Banyak juga pilihan lain seperti sereal, salad sayur + youghurt, bubur nasi (ga pilih karena sempet kecewa pas makan di pesawat), nasi goreng kimchi, ham dan lauk-lauk lain. Oh ya gue juga nambah roti panggang pake selai stroberi. Lucu deh packaging-nya, tinggal di tekuk wadahnya, selainya keluar, jadi ga perlu disobek plastiknya, ga bikin belepotan kemana-mana. Oh ya, restaurant-nya juga punya pemandangan enak, kota dan laut dengan pantai Haeundae.

busan bridge
Gwangan bridge Busan
Hari ini kita akan pindah ke Goeje, sekitar 2 jam perjalanan *tapi gue tidur. Kita melewati jembatan terpanjang di Busan, Gwangan Bridge sepanjang 8 km. Secara umum dan garis besar, pemandangan yang bisa dinikmati ga beda jauh sama pemandangan tol cipularang, barisan bukit. Tapi berhubung musim dingin, bukit-bukit tersebut sudah mulai berubah menjadi warna cokelat karena tanaman mulai kehilangan klorofil akibat kurangnya sinar matahari. Ga beda jauhlah ya sama warna pemandangan gersang kalo lagi musim kemarau panjang di Indonesia.

Geoje adalah kota tepi laut yang didominasi oleh pelabuhan untuk bongkar muat pabrik. Makanan yang terkenal di Geoje adalah kepiting yang sudah dimarinasi dengan kecap asin (Gejang Jongsik). Kepiting Ganjang Gejang ini dimarinasi semaleman (cmiww), maknya bumbunya meresap sampe ke dalem-dalem. Dan setelah gue pulang ke indo, baru nyadar bahwa ini adalah kepiting mentah, ga dimasak. Ohemji.... pantesan aja rasanya kok kaya' benyek-benyek gitu. heheh.. Selain kepiting soy sauce tadi, ada juga kepiting pake saus pedes. Ikan goreng juga ada. Gurita saos pedes juga ada. Kimchi, dan sayur-mayur temen-temen lainnya ikut meramaikan. Cara makannya adalah, ambil 1 badan kepiting, taroh nasi di dalam cangkang, keluarin nasi beserta saos kecap asin dan daging kepiting, suapin ke mulut, aaaaakkkkk…. Kalo mau enak bisa tambah rumput laut kering juga. Saat itu kita makan di Restoran Sing Sing yang menurut eonni merupakan restoran Gejang paling terkenal..
Korean Food
korean food
Gejang Jongsik / Ganjang Gejang, authentic dish from Geoje
Kenyang makan, kita siap-siap ke pelabuhan, naek ferry kecil untuk melakukan tur Haegeumgang. Maaf, gue ga bisa cerita banyak karena instrukturnya pake bahasa korea. Jadinya kita naik ke atas dek kapal buat foto-foto. Walaupun memiliki guncangan hebat akibat gelombang yang cukup besar, ditemani terpaan angin dingin yang berhembus kencang, tapi gapapa, semua ini pengalaman yang seru dan tak terlupakan *ngetik sambil ngelap ingus* demi pemandangan yang cantik nan indah di Haegeumgang dengan pulau-pulau bebatuannya.
Geoje
GeojeGeoje
Haegeumgang GeojeHaegeumgang Geoje
Haegeumgang geoje
Haegeumgang island cruise
Sekitar 1 jam perjalanan, tibalah kami di Oedobotania. Naaahhh… di sini musti siap-siap karena kita bakalan jalan kaki naek ke atas bukit. Oedobotania adalah pulau pribadi yang dibeli oleh orang kaya, kemudian diolah dan dipercantik untuk menjadi area wisata (ini ceritanya hampir mirip sama kampung Sampireun di Garut). Di sini ada banyaaaakkkk banget tanaman. Bambu, palem, cemara, dan berbagai jenis bunga. Di atas bukit, ada taman yang ditata cantik layaknya kerajaan tuan putri. Tipikal taman-taman diatas langit dengan patung-patung ala drama korea gitu. Siang itu cuacanya enak. Lumayan ga dingin, matahari bersinar cerah seolah tersenyum senang walau panas menyengat kami tetap gembira~ tapi hati-hati karena muka gue sekarang malah merah karena terkena paparan sinar matahari, makanya jangan lupa pake sunblock dan pelembab ya laen kali. Makin jalan ke atas, pemandangan lautnya makin cantik cupcupmuahh.
oedo botania
Oedo botaniaoedo botania
Light hiking at Oedo Island
Oedo Botania
Oedo BotaniaOedo Botania
Oedo BotaniaOedo Botania
Beautiful yet magnificent view from Oedo Botania
Tongyeong
Tongyeong bay, port city
Bagi kalian yang punya kesempatan ke area selatannya korea dan punya waktu yang lumyan panjang, lo bisa deh masukin Oedobotania ke dalam itinerry. menurut gue, wisata ke oedobotania tuh kaya' satu packaging yang lengkap. mulai dari wisata laut, naik ferry, ngeliat-liat pulau eksotis. Nyampenya di pulau, lo bakal melakukan hiking ringan, lumayan  nih buat yang hobi dan mau olahraga santai. Sambilan mata lo bakal dimanjakan berbagai jennis tanaman yang ditata cantik, apalagi klo musim semi, wiiiiihhhhh pasti warna-warni tuh taman. Dan begitu sampai ke atas bukit, masyaallah takjubnya sama keindahan pemandangan alam yang terbentang.
well, setelah sekitar 2 jam, ngabisin setengah baterai kamera, akhirnya kita turun naek ferry balik ke pelabuhan Geoje (30 menit aja karena ga pake muter-muter tur pulau-pulau kaya’ pergi tadi). Lanjut lagi naek bus sekitar 1 jam menuju Tongyeong.
 Tongyeong
Tongyeong terkenal karena merupakan salah satu daerah yang pernah dipimpin oleh Le sun shin. Mungkin kalian udah pada tahu sama beliau. Kalo belum, kenalan dulu sama patungnya di Gwanghwamun square. Beliau adalah pahlawan korea yangterkenal karena memiliki banyak keberhasilan dalam mengusir tentara jepang melalui peperangan di atas laut. Dan kapal yang paling terkenal adalah Turtule ship. Mungkin buat kenalan, bisa juga nonton film ”Roaring Currents”. Lokasinya yang berdekatan dengan Jepang, membuat Teongyeong rawan di serang oleh jepang yang ingin masuk jauh ke Cina sana. Tongyeong yang terletak di teluk dan dikelilingi bukit, membuat area tersebut enak buat memantau kondisi perarian untuk bersiaga bila ada serangan tentara jepang. Naaahhhh…. Sekarang, untuk menarik minat wisata, Tongyeong memiliki Desa Dongpirang, dimana rumah di area perbukitan di cat cantik biar menarik. Bahkan setiap 2 tahun sekali, terdapat kompetisi untuk mengganti lukisan-lukisan yang ada, karena ini adalah program kegiatan desa Dongpirang. Di sini, lo bisa menjelajahi sekeliling desa sambil foto-foto unik dengan berbagai macam background mural. Oh ya, bagi pecinta Song joonki, yang tau drama The Innocent Guy (chakkan namja), di sini adalah lokasi episode terakhir k-drama ini!. Inget indahnya pemandangan waktu Maru nemuin Enggi buat ngelamar dia. Nah inilah.... Dongpirang~. Kita sempet mampir ke Cafe yang persis jadi lokasi syutingnya. tp sayang, cafe ini ga nerima credit card, trus ga jadi deh mesen minum di cafe ini. hehe..
Tongyeong muralTongyeong muralTongyeong mural
Dongpirang mural village
Akhirnya, setelah capek jalan di Dongpirang, ballik turun ke jalan raya, kita mampir di salah satu kedai kopi untuk istirahat sejenak. Ssajangnim Coffee-rang ini bahkan kasih kita eskrim gratis, sama kartu pos. duuuhhh... baeknyaaaa~ Boleh deh mampir ke sini kalo kalian mengunjungi Dongpirang, orangnya lucu. Hihi… Kita juga dikasih roti madu khas dongpirang (kkulbbang) berisikan kacang merah dan kacang tanah. Enak loh~
tongyeong cafetongyeong cafe
Tongyeong snack
Lanjut jalan menyusuri Pasar Tradisional Tongyeong. Banyak jual Ikan, seperti biasa… Sebenernya saat itu sih masih sore, sekitar jam 5. Tapi karena musim dingin, udah gelep aja pasarnya.
Tongyeong market
Tongyeong market
Dan tujuan akhir adalah restoran dengan menu sup dengan aneka hewan laut seperti kepiting, udang, kerang, siput, dan lauk temen-temen lainnya (Haemul ttukbaegi). Enak loh makanannya~ gue kayanya bersyukur ya ikutan tour yang fokus di area selatan ini, karena tiap hari menunya seafood, jadi ga begitu susah buat pertimbangan halalnya.
korean food
Seafood heaven
Hingga akhirnya menutup perjalanan dengan beristirahat di Hotel yang memiliki ruang kamar yang luas. Eh tapi ada sedikit kejadian katro lucu di hotel ini. Biasanya kan kita kalo masuk ke kamar hotel, suhu ruangan sudah di atur otomatis. Nah, entah kenapa suhu ruangan kami tuh panaaassss banget. berhubung gue dan roomate ga terbiasa pake pemanas ruang, kita ga ngerti gimana cara ngatur suhu ruangan tersebut. Ya udah, dibiarin aja. Alhasil, malam itu kita tidur di dalam ruangan bersuhu sekitar 30 derajat celcius. Ga butuh selimut. keringetan juga ada. entah ini tidur di atas kasur apa di atas kompor. wkwkwk..
Tongyeong hotel
Geobukson Hotel
(cerita selanjutnya
(cerita sebelumnya)

0 Comments